Saturday, October 1, 2022
HomeUncategorisedDi Aceh Tenggara, Jembatan Senilai Rp 55 Miliar Menuai Sorotan Aktivis

Related Posts

spot_imgspot_img

Featured Artist

spot_imgspot_img

Di Aceh Tenggara, Jembatan Senilai Rp 55 Miliar Menuai Sorotan Aktivis

Global Cyber News| Aceh.| Proyek Sumber Dana Otsus Aceh senilai Rp 55 Miliar, Jembatan Penghubung Kecamatan Lawe Alas – Bambel Aceh Tenggara, menuai segudang sorotan dari aktivis. 

Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (GAKAG), Arafik Beruh, S.Hi, mengatakan, akan menyoroti Proyek Jembatan Penghubung yang berada di Sungai Lawe Alas tepatnya di hilir Desa Pedesi Aceh Tenggara yang sudah berjalan sejak Tahun 2014.

Sebab Proyek itu, kata dia, Proyek reguler sejak Tahun Anggaran 2014 lalu, dan diketahui pada Tahun Anggaran 2019 proyek tersebut mendapatkan kucuran anggaran  senilai Rp 17,5 Miliar. 

Menurut dia, Proyek itu besar kemungkinan telah terjadi Mar’up, sebab tidaklah kecil jumlah anggaran yang sudah dikucurkan oleh Pemerintah, namun  hanya satu Segmen kerangka yang terlihat sudah utuh berdiri. 

“Memang Proyek itu menelan anggaran yang besar, hingga wajar kita sebagai Aktivis anti korupsi untuk menelusuri rincian pembangunan Jembatan raksasa itu”, ujarnya, Kamis, (2/4/2020). 

Terlebih Proyek itu, kata dia, sudah berkali-kali di suarakan oleh beberapa Media bahwa kwalitas dan volume fisik  sangat diragukan serta tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan bahkan ada juga dana bantuan dari Ketua DPR-RI, Ade Kamaruddin saat masih aktif. 

Sesuai petikan berita di Media Agara Nwes, volume dan kwalitas Oprit jembatan sangat diragukan, kata dia. 

Ditempat berbeda, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Aceh Tenggara, Mustafa, ST, menjelaskan, proyek yang direncanakan sejak Tahun 2013 akan menelan anggaran senilai Rp 55 Miliar, tetapi kita sudah menekan hanya senilai -+ Rp 35 Miliar hingga tuntas pada Tahun 2020 ini, katanya. 

Terkait rincian penggunaan biaya pada tahun 2019 yang menelan anggaran Rp 17,5 Miliar itu, kata dia, semuanya sudah sesuai bahkan kontrak realisasi fisik dan keuangan udah pada selesai dan siap dipertanggungjawabkan. 

Mengenai bantuan dari mantan Ketua DPR-RI Ade Kamaruddin, kata dia, Ia sama sekali tidak mengetahui namun pernah tau dan mengakui ada bantuan dari PUPR Pusat berupa satu pasang segmen kerangka tive B panjang 60 meter, tetapi barang itu masih berada Workshop Dinas PUPR belum dipakai, pungkas dia. 

Red. Samsuri

Latest Posts