Sunday, June 26, 2022
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Terbaru

Dinas PUPR Provinsi Aceh, Diminta Hentikan Pekerjaan CV.Kayama

Global Cyber News| Aceh| Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh, diminta menghentikan pekerjaan Proyek Penanganan Longsoran Tebing Jalan Batasan Gayo Lues – Kutacane yang dipelaksanakan oleh CV.Kayama.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (GAKAG),Aceh Tenggara, Arafik Beruh,S.Hi, Minggu,(19/4/2020).

Ia menilai, pekerjaan itu syarat dengan tindakan penggelapan data dan pencurian volume material fisik serta penyempitan aliran sungai Lawe Alas atau mencemari lingkungan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Agara.

Penggelapan data itu, kata dia, terkait Plang Papan Nama Proyek yang tidak mencatutkan Nomor Kontrak, Batas Waktu Pekerjaan dan nama Konsultan Pengawasan.

Menurut dia,  Nomor Kontrak, Batas waktu pekerjaan dan Nama Konsultan Pengawasan, sangat penting sebagai keterbukaan informasi publik.

Pencurian volume material fisik itu,kata dia, sempat terekam pada bukti visual, bahwa pondasi fisik bronjong  diisi oleh excavator yang tidak bisa memilah kerikil dan batu besar.

Bahkan material batu untuk pengisi bronjong sangat tampak dengan ukuran batu-batu besar,katanya.

Penyempitan aliran Sungai Lawe Alas, sangat tampak dari segmen  sungai yang terlihat kecil, kini makin diperkecil lagi.

Pencemaran Lingkungan pada paru-paru dunia yang kian merubah habitat TNGL, kini malah kawasan itu digundulkan.

Dengan hal itu, kita tegaskan kepada Kementerian PUPR RI melalui Dinas PUPR Provinsi Aceh untuk segera memberhentikan pekerjaan proyek tersebut, sebab pekerjaan itu sudah terlalu banyak yang dirugikan, rugi materi dan rugi lingkungan,tandas dia.

Sementara pihak Otoritas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah 1-8 Dinas PUPR Provinsi Aceh, Teuku Fadrial Mahfud,ST,MT, tidak dapat dihubungi hingga sampai berita ini diredaksikan.

Red. Samsuri

Terbaru

spot_img
spot_img

Baca Juga