Wednesday, May 29, 2024
HomeUncategorisedHarga Gula Pasir Melambung di Aceh Tenggara, Disprindag Diminta Lakukan Operasi Pasar

Related Posts

Featured Artist

Harga Gula Pasir Melambung di Aceh Tenggara, Disprindag Diminta Lakukan Operasi Pasar

Global Cyber News| Kutacane Aceh|Kamis 30/4/2020.|Puluhan ribu ibu rumah tangga di Aceh Tenggara saat ini banyak yang mengeluh, karena harga gula pasir sangat mahal hingga mencekik leher, pasalnya harga gula pasir di pasaran saat ini telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah.

      Berdasarkan Harga Eceren Tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah, bahwa harga gula pasir seharusnya hanya Rp.12.500, perkilo gram akan tetapi sejak tiga bulan terakhir ini,harga gula pasir khususnya di Kutacane maupun seputaran Aceh Tenggara, harga per kilo gramnya mencapai Rp.19.000 sampai Rp.20.000 perkilo.

      Melonjaknya harga gula pasir tersebut, tentu membuat para ibu rumah tangga semakin resah apalagi saat ini sedang bulan puasa tentunya kebutuhan gula pasir sangat butuh untuk membuat berbagai kue untuk puasa, ujar Mirna wati kepada Media ini di Kutacane, pada Rabu (29/4/2020), “ ya dengan harga gula pasir yang tinggi saat ini jelas sangat memberatkan bahkan menambah tinggi biaya kebutuhan sehari hari.

      Dia menjelaskan bahwa sebelumnya 1 kg gula pasir hanya Rp.12.000,namun sekarang harganya mencekik leher dan bahkan tak terkendali, karena itu harus ada kebijakan dari Pemerintah maupun Pemkab Aceh Tenggara guna mengatasi tingginya harga gula pasir tersebut.      

      Sementara hal yang sama juga disebutkan kalangan ibu rumah tangga lainnya, saat ini bulan Ramadhan begini, tentu kebutuhan gula pasir bagi setiap rumah tangga meningkat, bahkan 1 kg gula pasir bisa-bisa hanya cukup untuk keperluan satu atau 2 hari kedepan saja.

      Namun, akibat mahalnya harga gula pasir dalam beberapa bulan terakhir ini, kebutuhan gula pasir harus diminimalisir agar tidak mengurangi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, kami sebagai ibu rumah tangga meminta ada solusi dari kalangan pihak terkait terkait untuk secepatnya menggelar operasi pasar (Op) terhadap 9 kebutuhan pokok yang ada,apalagi saat ini kebutuhan pokok semakin sulit didapat dan mahal akibat merebaknya Virus Corona yang mendera sebagian besar wilayah Indonesia. Harap mereka,

Terkait hal itu Plt.Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tenggara, Ramisin Selian kepada wartawan pada,Rabu (29/4/2020) mengatakan, untuk mengatasi mahalnya harga gula pasir di pasaran di Aceh Tenggara maka pihaknya telah mencoba mengajukan dana operasi pasar gula pasir dan kebutuhan pokok lainnya, kepada Pemerintah apalagi saat ini terkait Covid-19 tentunya harga sembako akan merangkak naik.

Dan alhamdulilah sambung Ramisin lagi persetujuan dari Bupati dan Sekda telah turun, namun sampai sekarang dana untuk operasi pasar belum disetujui pihak Gugus Tugas Covid Kabupaten,padahal bila dana itu disetujui,pihak Dinas Perindag Agara merencanakan akan mengadakan atau membeli gula sebanyak 50 ton,sedangkan harga jual pada masyarakat melalui operasi pasar ke kecamatan dan ke desa-desa,direncanakan Rp.8.000 per kg.

Selain gula pasir,pihak Dinas Perindag juga telah merencanakan dan mengusulkan operasi pasar sembako jenis minyak goreng dengan harga jual pada masyarakat di selurun Aceh Tenggara Rp.14.000 per kilo gram,namun rencana itu juga belum bisa dilaksanakan,terkait masalah ketersediaan dana dari Pemkab Agara.

Karena jika berharap untuk memenuhi kebutuhan gula dari pihak Bulog Sub Divre Kutacane saja, jelas tidak memungkinkan,karena Bulog sendiri tak ada stock gula pasir,sebab itu pihak Dinas Perindag Aceh Tenggara belum bisa berbuat banyak,apalagi menindak pedagang yang menjual gula pasir Rp.20.000 per kg. jelas Ramisin.kepada media ini Kamis 30/4/2020.

Red. Kasirin Sekedang.

Latest Posts