Saturday, May 25, 2024
HomeOpiniFalsafah PSBB

Related Posts

Featured Artist

Falsafah PSBB

Seri Keenam

Global Cyber News|Saat ini hampir semua negara di seluruh dunia tunduk patuh kepada protokol WHO untuk melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di negara kita, pemerintah berkali-kali memperpanjang masa berlaku protokol ini dengan alasan jumlah korban kasus karena si Covid terus meningkat.

PSBB bukan sebatas membuat seluruh warga seperti menjadi bagian “tahanan kota” di kota sendiri, tetapi juga hidup dalam keterbatasan hampir di semua aspek. Pembatasan ruang bekerja, ruang beribadah, ruang berpolitik, ruang berbisnis, ruang berkesenian, dan lain-lain.

Apakan dengan begitu kemudian si Covid bisa ketahuan? Bisa ketangkep? Korban bisa berkurang?!

No..!

Kenapa, karena Si Covid itu memang tak pernah ada secara fisik, karena itu kehadirannya tak bisa dicegah oleh jenis protokol apapun. Ia akan tetap ada jika memang masih harus ada untuk menjaiankan tugas. Dan akan pergi atau berhenti bekerja jika waktunya tiba. Tetapi tak akan pernah hilang untuk selamanya. Sesuatu yang sudah tercipta tak akan hilang kecuali waktunya harus hilang.

Kalau begitu apa artinya PSBB?!

Kita tahu, selama ini banyak orang terseret ke dalam pergaulan bebas atas dasar kepentingan jangka pendek. Kepentingan ekonomi, politik, seks, atau pergaulan karena kepentingan berkreasi. Semua berjalan masif tanpa batas.

Lalu apa yang terjadi ?! Karena tujuannya untuk memenuhi kepentingan jangka pendek, maka konflik, perang, perselingkuhan, penipuan, dan saling berbohongpun terjadi di mana-mana. Pergaulan bebas yang didasarkan oleh kedekatan fisik dan kepentingan sesaat pasti akan berakhir dengan perpecahan.

Oleh karena itu, segeralah keluar dari jeratan pergaulan sosial semacam itu. Batasi hubungan sosial (fisik) dengan siapapun yang tak sejalan dengan frekwensi pikiran dan hati Anda. Pada dasarnya eksistensi manusia bukan karena fisiknya, melainkan karena aktivitas pikiran dan hatinya.

Lakukan pertemuan secara intelektual dan spiritual dengan orang-orang yang hati -pikirannya sejalan dan masing-masing memiliki tujuan jauh ke depan. Era digital dan virtual saat ini sudah lebih dahulu memberi sinyal dan jalan untuk membangun hubungan sosial cara baru yang lebih substansial. Dalam pertemuan pikiran dan hati selalu bertemu kejujuran dan kebenaran. Ini adalah sebuah era dimana orang tak bisa lagi menemukan tempat untuk berlari dan bersembunyi dari kejaran hati dan pikirannya sendiri.

Lakukan pertemuan pikiran dan hati untuk tujuan jauh dan besar, maka Anda akan menjadi mahluk merdeka.

Do it now..!

Get the feeling
Mr. Ten
(Tangerang Juli 2020)

Red.

Latest Posts