Friday, August 12, 2022
spot_imgspot_img

Terbaru

Perceraian bagi anak

Global Cyber News|Perceraian menjadi hal sulit bagi sepasang suami-istri yang menjalaninya. Akan tetapi, hal itu akan menjadi lebih sulit bagi anak-anak yang ada di dalam pernikahan mereka.


Laki-laki atau perempuan dewasa yang mengalami perceraian cenderung lebih mudah untuk menata hidup kembali dan melupakan kesedihan atas perceraiannya. Namun, tidak dengan anak-anak mereka.


Perceraian akan menimbulkan luka berkepanjangan, sekalipun luka itu teratasi, ada kekosongan peran yang mereka rasakan. Sosok orangtua tidak secara utuh hadir di hidup mereka, dan hal itu bisa memengaruhi psikologi mereka sebagai seorang individu.

Anak-anak tidak memiliki kontrol sebaik orang dewasa. Mereka melihat perceraian sebagai hancurnya satu-satunya keluarga yang mereka kenal. Keluarga yang menjadi sumber perlindungan tidak lagi ada.
Seorang anak membutuhkan dua sosok orangtua yang dapat meyakinkan bahwa ia dicintai. Selain itu, ia juga butuh dua orangtua yang akan selalu ada untuk segala hal dalam hidupnya.

Posisi anak dalam perceraian

Banyak orangtua yang tengah dalam proses perceraian terbalut emosi dan ego yang tinggi. Kondisi tersebut memang tidak mudah, apalagi bagi pasangan yang sudah lama menjalani masa pernikahan.
Pada saat itulah mereka kerap kehilangan kendali sehingga anak-anak tidak merasakan peranan orangtua yang seharusnya mereka rasakan. Lebih jauh, orangtua yang tengah bermasalah ini kerap kali memosisikan anak-anak mereka sebagai obyek pembelaan atas pendapat masing-masing..

Hormat .
Bunda Naumi.
Kornas TRCPPA

Red.

Terbaru

Baca Juga