
Global Cyber News| Kutacane Aceh jumat 7/8/2020.
Proyek penahan longsoran tebing ruas jalan nasional Kutacane Gayo lues di desa Simpur Jaya Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara terkesan terbengkalai dan diduga dikerjakan tidaksesuai dengan perencanaan teknik.
Dugaan terbengkalaian proyek sumber dana APBN tahun 2020 ini hampir sekitar delapan bulan sudah pelaksanaannya namun belum selesai sampai saat ini (7/Agustus 2020) namun dari pantauan langsung media ini kelokasi dengan sejumlah media dan aktivis LSM proyek di desa Simpur jaya Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara tidak ada ditemukan aktifitas kerja di lokasi bahkan dilokasi pekerjaan terkesan pekerjaan sudah lama berhenti.
Sesuai dengan salinan dokumen perencanaan teknis kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) Direktorat jenderal bina marga balai pelaksana jalan nasional 1. PPK perencanaan dan pengawasan jalan nasional propinsi Aceh Ruas 024.Batas Gayo lues Aceh Tenggara kota Kutacane km 541 gambar yg direncanakan bahwa pekerjaan Pembangunan Beronjong Berbentuk kerucut lima ,empat, tiga ,dua dan satu sedangkan untuk pembangunan Sumuran beton terdiri dari empat ,tiga,tiga,tiga,tiga,dua.di kerjakan baru dua tingkat dann diduga tidak sesuai dan di perkirkirakan pekerjaan sumuran beton masih sekitar 40% bahkan pembuatan sumuran beton ini sangat diragukan kwalitinya dan diduga volume tidak sesuai dengan gambar perencanaan teknis.
Pajri Gegoh ketua LSM Gempur Aceh Tenggara di kutacane menanggapi dugaan terbengkalai pelaksanaan pekerjaan penanganan longsoran yang di kerjskan Cv. Kayama dengan dana 3 Milyar lebih ini minta kepada Kementerian PUPR Direktorat jenderal Bina marga Balai Pelaksana Jalan Nasional. I. untuk dapat memutuskan kontrak kerja karena dilihat dari progres peningkatan pekerjaan pihak rekanan tidak serius melaksanakan pekerjaan sesuai tepat waktu dan apabila ada indikasi pekerjaan tidak sesuai dengan spek teknis dan berpotensi menimbulkan kerugian negara maka harus diproses sesuai hujum Delas Pajri Gegoh.
T.Padrial Mahput sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen kerabkali dihubungi dan kompirmasi wartawan melalui telp dan pesan WA tidak pernah bersedia memberi kompirmasi dan sangat tertutup dengan sejumlah media lokal Aceh Tenggara.
Red.(Kasirin Sekedang).