
.
Global Cyber News|Kutacane Aceh Minggu 9/8/2020.
Tiga perusahaan Pemenang tender program RHL Serius dan konsisten melaksanakan Reboisasi Hutan dan Lahan, untuk tujuan penghijauan perkebunan masyarakat Aceh Tenggara yang masih termasuk dalam kawasan hutan lindung. disejumlah titik wilayah hutan lindung kabupaten Aceh tenggara.
Demi menjaga kelestarian dan penanggulangan bencana tanah longsor serta mempertahankan hutan lindung sebagai penyanggah sumber sumber mata Air yang lestari dan berkesimambungan.sebagai salah satu sumber kehidupan ummat manusia dalam memenuhi kebutuhan hidub khususnya air Demikian di sampaikan Armansyah kepada media ini di kutacane minggu 9/8/2020.
Armansyah sebangai salah seorang tenaga pengawas lapangan lokal dari perusahaan Jara Kemilau,Cahaya Mulia dan Sumber Rezeky yang menangani sebagian rehabilitasi Hutan dan Lahan di Aceh Tenggara kepada media ini,Minggu(9/8) mengatakan,saat ini ketiga perusahaan tersebut tengah melaksanakan penyulaman,pemupukan,penyiangan dan antisipasi hama,terutama hama jenis belalang dan serangga.
Arman lebih lanjut menguraikan bahwa kegiatan ini melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja secara penuh dan dapat menampung tenaga kerja daerah setempat sejak mulai kerja sampai berakhirnya nanti dan program ini berkesinambungan dan berlangsung selama tiga tahun. Senyak dari persiapan lahan penanaman penyiangsn pemeliharaan pemupukan dan perawatan dari serangan hama.
Ketiga perusahaan tesebut lelakukan penanaman jenis tanaman kayu kayuan tapi bermampaat bagi masyarakat atau dapat meningkatkan pendapatan rakyat secara ekonomi adapun jenis tanamannya yakni,durian,AlpukatPetai.Jengkol,Duku,Kemiri.Kopi,Cengkeh dan mangga,semua lahan yang ditanam tersebut terletak di kawasan hutan Lawe Sigalagala,Tanah baru dan lawe Tua untuk perusahaan Jara Kemilau degan luas area tanam 230 Hektar.
Untuk Perusahaan Cahaya Mulia dengan luas area tanam 128 hektare,lokasinya terdapat di hutan Kute Lawe Beringin Gayo Kecamatan Semadam,sedangkan CV Sumber Rezeki luas areal tanam yakni 600 hektar,sedangkan lokasinya terletak di hutan kute Suka Rimbun dan kute Lawe Penanggalan dengan luas area tanam 200 hektar.
Kendati mengakui tak berhasil seratus persen,ujar Arman, namun pihak perusahaan tetap serius dan konsisten melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di dalam dan diluar hutan dengan hasil yang maksimal,dengan tetap mengedepankan tujuan memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.
Selain itu, tujuan penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan Lahan adalah menurunkan degradasi hutan dan lahan serta memulihkan lahan-lahan rusak,kritis agar dapat berfungsi sebagai media produksi dan media tata air.
Arman juga berkeyakinan,dengan 558 hektar total luas area tanam bagi ketiga perusahaan tersebut dan setara dengan 223.200 batang tanaman yang ditanam di dalam maupun diluar hutan,diprediksi akan mampu mengurangi tingkat degradasi hutan dan lahan yang ada di Aceh Tenggara.
Informasi diterima media ini. dari berbagai sumber,selain ketiga perusahaan tersebut,masih ada beberapa perusahaan lainnya yang melaksanakan Rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Aceh Tenggara,seperti CV Atarik dengan luas area tanam seluas 240 hektar di hutan Simpang Permata Musara dan di hutan Kute Serakut Kecamatan Leuser.
Selian itu,masih ada perushaan lain yang dipercayakan melaksanakan RHL di Aceh Tenggara hutan Kute Pintu Alas Lawe Pakam kecamatan Babul Makmur dan lokasi lainnya di hutan Kute Jongar dan beberapa wilayah lainnya yang menjadi sorotan publik karena diduga dikerjakan tak seusai besteks eperti di Kute Pintu Alas Lawe Pakam kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara.
Red.( Kasirin Sekedang)..