Thursday, July 18, 2024
HomeNasionalDinas Kesehatan Pultab Tanggapi Pemberitaan "Alat Rapid Kosong"
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Dinas Kesehatan Pultab Tanggapi Pemberitaan “Alat Rapid Kosong”

Global Cyber News.Com|Taliabu – Sabtu, 31/10/2020 Kekosongan Alat Rapid Tes corona virus Disease 2019 (Covid-19) dilingkup Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Maluku Utara yang sempat merebak lewat pemberitaan beberapa media, akhirnya ditanggapi oleh Dinas Kesehatan Pulau Taliabu

Kepada media ini, Dinas Kesehatan Pulau Taliabu melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit yakni Aema La Karaba. SKM menyampaikan bahwa isi pemberitaan yang merilis kekosongan alat tes cepat, (rapid test) untuk penerbitan Surat keterangan bebas covid- 19 bagi pelaku perjalanan sedikit terdapat kekeliruan

menurut Aema, alat rapid sebagaimana yang dimaksud oleh salah satu warga yang hendak mengurus surat bebas covid itu belum mengalami kekosongan, namun stok yang ada masih diprioritaskan untuk pasien Yang memiliki gejala covid 19 serta OTG

“Alat Rapid itu tidak kosong, masih ada tapi stok yang ada itu hanya disiapkan bagi pasien atau orang yang memiliki gejala covid serta orang tanpa gejala. Jadi, kalau dipakai untuk melayani pelaku perjalanan atau yang keluar dari Taliabu tidak diperuntukan lagi ” Terangnya

Apalagi, lanjut Aema, “setiap kali keberangkatan kapal dalam satu hari bisa mencapai ratusan orang. Dibandingkan dengan minimnya stok yang ada, sementara yang masuk dari luar kesini juga tidak ketat seperti kita disini, kadang punya rapid, kadang juga tidak” kata Ema

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya yakni Dinas Kesehatan Kembali melakukan pengadaan 500 Pcs mengantisipasi kekosongan dari 6000 Pcs yang didianggarkan sebelumnya

“Kemarin sudah dilakukan, baik yang masuk atau yang keluar itu dirapid, tapi rapid yang pernah diadakan sebanyak 6000 Pcs itu sudah habis, terbagi difasilitas kesehatan, dan diposko. Dan kemarin juga ada permintaan 500 Pcs tapi itu juga sudah terbagi ke fasilitas kesehatan, itupun stok yang tersisa tinggal 250 pcs” ujarnya

Lanjutnya, “kalau mau pakai itu diorang yang keluar daerah, satu hari bisa bisa habis. Nah sekarang kalau ada pasien, atau kayak sekarang ada orang Tanpa Gejala (OTG) inikan kita perlu rapid, apalagi mereka ada disini” tutup Aema saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu, 31/10 sekira pukul 20.50 malam tadi

Red.

Latest Posts