Global Cyber News.Com|Kutacane, Kamis 5/11/2020
Akibat kurangnya Perhatian dari Balai Pelaksaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Aceh I, terkesan dibiarkan di sejumlah titik ruas jalan nasional Kutacane Batas Sumut dan Kutacane Batas Gayo Lyes mulai dari Kumbang Kecamatan Badar sampai dengan Perbatasan Lawe Pakam Kabupaten Aceh Tenggara tergenang banjir dengan Kabupateb Karo Propinsi Sumatera Utara.
Tergenangnya di sejumlah titik ruas jalan nasional tersebut akibat kurang berpungsinya drainase yang ada dan tidak terawatnya saluran saluran drainase yang kerap tertimbun lumpur dan marerial akibar arus air yang meluntasi badan jalan, demikian disampaikan Anggota DPR RI asal Aceh, H.M. Salim Fakhry, SE, MM kepada media Selasa (3/11) malam sekira pukul 11.30 Wib.
Meluapnya banjir malam ini menggenangi badan jalan nasional disebabkan kurangnya berpungsi drainase, seperti ini lah ruas jalan nasional tersebut saat musim penghujan sehingga mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dapat beresiko keselamatan bagi pengguna jalan dan kerap bagi pejalan kaki disirami air akibat arus lalu lalang dan mengancam keselamatan pengguna jalan serta keselamatan masyarakat pengguna kendaraan roda dua, roda empat, dan kenderaan berbadan lebar lainnya ungkap anggota DPR RI ini.
Dalaam kesempatan ini juga Fakhri minta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BPJN Wilayah I Aceh harus segera melakukan perbaikan drainase jalan Nasional Kutacane Batas Sumut dan jalan Kutacane 0Batas Gayo Lues bila tidak ada upaya perbaikan secepatnya dibiarkan dipastikan badan jalan nasional tersebut akan hancur dan rusak lebih meluas lagi oleh karena itu tegas H M Salim Pakhri , perbaikan jalan tersebut dilakukan guna terjaminnya keamanan dan keselamatan transportasi sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004, tentang Jalan,” .
Salim Fakhry berharap perbaikan drainase jalan nasional di Aceh seperti kumbang sampai dengan perbatasan Lawe Pakam sebagai alat sarana dan prasarana transportasi, yang meng hubungkan dengan pusat Pemerintahan dari Kutacane ke Ibu kota Banda Aceh demikian juga jalan ini sebangai satu satunya yang mebghubungkan daerah Aceh Tenggara dengan puast perdangangan dan pemerintah Propinsi Sumatera utara yaitu Kota Medan.oleh karena itu jalan ini sangat penting dan berperan untuk kemajuan perekonomian daerah Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues dan dengan kondisi jalan yang baik harapannya akan memberi dampak bagi kemakmuran masyarakat khususnya daerah Aceh Bahagian Pedalaman .
Terkait kondisi drainase jalan yang dibiarkan kurang berpungsi di Aceh Tenggara dan terkesan lemahnya pengawasan dari dinas terkait, saya anggota DPR RI berharap agar Dirjen Bina Marga segera melakukan evaluasi sebagai sebagaimana amanah undang-undang.
Selanjutnya Salim Fakhry juga berharap agar seluruh masyarakat berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan jalan. “Karena pasal 62 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan juga mengatur hak peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan jalan,” ungkap Fakhry.
Pada susi lain lagi kata Fakhry, kerusakan ruas jalan nasional dari Lawe Pakam sampai dengan Lawe Perbunga dan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur, selain aspalnya terkelupas juga badan jalan tersebut berlubang lubang ketika musim penghujan jalan ini persis menjadi jalan air seperti seperti yang terdapat di depan puskesmas Lawe Perbuga. Tandasnya kepada media ini.
Red. (Kasirin Sekedang.)