Saturday, February 24, 2024
HomeOpiniSAMBUTLAH “AWAL DARI AKHIR PANDEMI COVID-19?”
spot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

SAMBUTLAH “AWAL DARI AKHIR PANDEMI COVID-19?”

Denny JA

Global Cyber News.Com|“Telah kulihat cahaya di ujung terowongan!. I see the light at the end of the tunnel!”

Itulah pernyataan Walt Whitman Rostow, seorang ahli ekonomi dan politik. Pernyataan ini sudah menjadi kutipan populer untuk mengekspresikan harapan. Ialah ketika data dan fakta menunjukkan krisis ekonomi atau politik segera berakhir.

Kutipan ini pula berdentang ketika saya membaca tiga data soal pandemik. Tiga data itu kuat untuk menyimpulkan. Telah tiba “AWAL dari AKHIR era Pandemik Virus Corona.

Ketiga data itu dari Worldometer, hari ini, akhir Febuari 2021.

Data pertama, trend terpapar virus corona di dunia per-hari. Trend itu terus menurun. Puncaknya per hari sekitar 800 ribu orang terpapar. Lalu terus menurun, hingga hari ini yang terpapar sudah di bawah 500 ribu per hari. (1)

Data kedua, trend terpapar virus corona di Indonesia per-hari. Puncak per hari sekitar 15 ribu orang tertular. Jumlah yang tertular terus menurun. Per hari ini yang tertular di bawah 10 ribu per- hari.

Dua data ini sejalan dengan data ketiga: semakin banyaknya vaksinasi di aneka negara.

Di Israel, yang menerima satu kali vaksin (dari dua kali) sudah 53 persen populasi. Di United Kingdom, sudah 27,5 persen. Di Bahrain, sudah 17.5 persen. Di Amerika Serikat, sudah 13,8 persen.

Bagaimana vaksinasi di Indonesia? Menurut data itu, minimal yang sudah divaksin satu kali di Indonesia terus merangkak. Kini jumlahnya di angka 0.5 persen populasi.

Desember 2021, dipastikan banyak negara dunia sudah mengalami Herd Immunity (kekebalan imunitas). Itu kondisi dimana 70-90 persen populasi warga sudah divaksin.

Dari keterangan Menteri Kesehatan, Desember 2021, Indonesia juga sudah mencapai kekebalan imunitas.

Karena vaksin atas Covid-19 sudah ditemukan, dan jika sudah terbentuk kekebalan imunitas, maka tertular Covid-19 tak lagi menghebohkan. Nilainya sama dengan tertular flu saja.

-000-

Ketika cahaya di ujung terowongan sudah tiba, yang tersisa kemudian kumpulan memori.

Betapa dua tahun hidup dalam kondisi pandemik menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Begitu banyak film, novel, cerpen, puisi, makalah sudah dan akan lahir.

LSI Denny JA sendiri punya pengalaman yang mendalam. Sekitar 10 orang penelitinya terpapar virus corona.

Pernah satu masa, 6 orang dari LSI Denny JA terpaksa diungsikan ke Wisma Atlet. Berseloroh teman menyatakan, kini ada “LSI cabang Wisma Atlet.”

Terima kasih banyak kepada Doni Monardo, pak “Kobra” (Muhamad Arifin) dan dokter Doni (Stevanus Doni) yang mengawasi kualitas Wisma Atlet. Peran tiga tokoh ini terasa dan cepat merespon.

Alhamdulilah semua peneliti LSI hanya singgah di sana dan pulang kepada keluarga dengan sehat.

Ada pula yang memilih isolasi di rumah sakit.

Satu yang mengharukan dari yang terpapar Covid-19 adalah Fahd Pahdepie. Di samping banyak kegiatannya yang lain, Ia juga memimpin Digitroops, unit digital marketing yang berada dalam jaringan LSI Network.

Kondisi Fahd cukup parah. Ia sempat kritis. Pipinya pernah lembam. Biru. Tak sadar, dua kali ia jatuh di kamar mandi rumah sakit.

Dengan kemampuan menulis, hampir setiap hari ia membagi pengalamannya sebagai penderita Covid-19. Ia menuliskan situasinya di laman Facebook.

Dari Facebooknya, kita tahu. Ia merayakan ultah perkawinan ke 11 dari ruang isolasi. Tak jumpa fisik dengan istri. Tapi sang istri sempat kirimkan makanan pagi.

Setiap pagi saya membaca dengan galau aneka ekspresi Fahd Pahdepi di Facebook. Dengan izin Fahd, sempat saya kontak istrinya, untuk ikut menenangkan.

Tiga anaknya masih kecil. Istrinya sempat nekad mengantar Fahd dengan mobil yang Ia setir sendiri untuk pindah rumah sakit. Tentu sang istri lengkap memakai APD.

“Semoga dirimu tak tertular juga ya, Dik.” Hanya itu yang bisa saya doakan ketika membaca kisah mereka. Bagaimanapun tiga anak Fahd yang masih kecil butuh Ibunya, setelah Fahd berhari- hari di rumah sakit.

Kisah Fahd Pahdepie saya rekam dan saya fiksikan. Juga atas seizin Fahd.

Video animasi di bawah ini adalah fiksionalisasi kisah penderita Covid-19: Fahd Pahdepie.

Saya publikasi sekaligus menyambut tiga data di atas. Data yang membuat kita optimis berucap, “Telah datang awal dari akhir pandemik covid-19.”

Video animasi dapat diklik di sini:

DennyJA: “Suamiku Diisolasi di
W-007.”

Red.

Latest Posts