
Global Cyber News.Com|Keserakahan itu yang membuat orang mau mendapatkan kelebihan dari apa saja yang ingin dimiliki, meski sesuatu itu adalah milik orang lain.
Hasrat untuk memiliki lebih banyak — termasuk istri — pun wujud dari keserakahan yang semakin jauh dari keinginan bersyukur. Akibatnya memang tidak cuma mebuat kerumitan dalam upaya menata apa yang sudah dimiliki sebelumnya, terutana harta yang melimpah ruah. Karena kalau sudah melampaui batas kemampuan dan kemauan, limpahan apa saja bentuknya itu bisa menjadi penyebab celaka, bencana atau musibah yang tak terduga dan sulit untuk ditanggung agar tidak berlanjut menambah kesulitan dan kesusahan yang tak cuma menyakitkan, tapi juga bisa menyedihkan hingga penyesalan.
Pengalaman seorang kawan yang nyaris purna tugas dalam pengabdiannya sebagai aparatur negara, jadi sirna akibat setitik noda penyimpangan karena tergiur oleh untuk memiliki lebih banyak lagi dari harta bandanya yang telah dengan susah dipayah dikumpulkan sejak awal pengabdiannya dulu.
Kini semua itu sirna, hanya lantaran setitik noda memercik dalam reputasi dan dedikasi dirinya yang telah sekian lama dipegang dengan teguh dan konsisten.
Tapi karena setitik noda itu tadi, semua kebanggaan yang sudah semestinya akan dia petik, seketika itu pun lenyap tidak berbekas. Bahkan harta bandanya yang ada pun habis, seperti ikut menghabisi semangat dan gairah hidup bagi dirinya yang nyaris bunuh diri.
Sebab tidak cuma semua yang sudah dia miliki itu juga menjadi punah, tetapi harga dirinya pun pupus habis seperti ditelah bumi.
Begitulah monolog pagi diakhir pekan ini yang telah membuatnya asyik tafakur, sambil merinci ragam penyakit yang hingga dalam dirinya. Mulai dari kolesterol, asam urat, gejala disbetes hingga rematik dan sakit gigi yang juga telah mulai rontok, karena memang sudah cukup banyak yang dikunyah oleh mulutnya yang mulai sedikit pehong. Sebab gejala struk ringan pun sudah terlalu lama menggasak pula dirinya.
Sementara puluhan hektar lahan yang baru saja dibeli setelah usai membangun perusahaan ternaknya di pinggiran kota, telah disita oleh aparat penegak hukum. Dua diantara anaknya kini sedang dalam tahanan negara akibat narkoba dan tindak asusila yang amat sangat memalukan. Dan istrinya yang catik pun, tak lagi jelas juntrungannya sejak pergi dari rumah yang ikut disita oleh negara ini.
Konon cerita dari tetangga sebelah, sang istrinya yang berparas cantik pun menjadi penjual diri.
Cilengsi, 21 Februari 2011
Red.








