Monday, September 1, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalPembayaran Digital di Masa Pandemi Covid-19 Semakin Menggembirakan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Pembayaran Digital di Masa Pandemi Covid-19 Semakin Menggembirakan

Global Cyber News.Com| Medan,- Kepala Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Soekowardojo menyatakan, sistem pembayaran digital pada saat pandemi Covid-19 ini semakin tinggi. Hal ini terutama karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat sehingga penggunaan transaksi tatap muka semakin pasif dan berdampak pada potensi peningkatan akseptasi ekonomi digital.

“Saat ini teknologi digital selalu ada disetiap aspek kehidupan. Bahkan sebelum pandemi, kita perlu mengingat bahwa terdapat pemain baru di dunia digital yang menawarkan berbagai solusi di kehidupan sehari-hari, seperti munculnya berbagai fintech, aplikasi hiburan, transportasi online, dan lain sebagainya,” ucap Soekowardojo pada Webinar Sumatranomics ke-2 secara zoom dan Youtube di Medan, Senin (16/8/2021). Webinar bertema Leveraging The Digital Economy Potential for Better Tomorrow itu diikuti lebih 400 peserta dari berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.

Keynote Speech selain Soekowardojo, juga Ketua Dewan Riset dan Inovasi Sumut, Prof Dr Ir Darma Bakti, MS. Sedangkan narasumber pada webinar tersebut adalah Lis Sutjiati (Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital (2014-2019)) dan Moh. Rosihan (Asosiasi E-commerce Indonesia IdEA. Sementara moderator Poppy Zeidra (News Anchor Beritasatu).

Menurut Soekowardojo, Bank Indonesia mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menerapkan bauran kebijakan yang berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan KSSK.

Terkait digitalisasi sistem pembayaran, Bank Indonesia menargetkan perluasan akseptasi ekonomi digital melalui QRIS 12 juta merchant di seluruh Indonesia pada tahun 2021.

Selain itu, Bank Indonesia juga mengembangkan BI FAST sistem pembayaran, interlink digital banking dan fintech, serta berbagai agenda lainnya yang semuanya dirangkum dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.

Menurutnya, BSPI 2025 berorientasi penuh pada upaya membangun ekosistem yang sehat dan sebagai pemandu perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. BSPI 2025 memiliki visi untuk membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital 2025 sehingga mampu membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi.

Dalam BSPI 2025, terdapat 5 inisiatif utama yakni pertama dengan mengembangkan standar open API untuk mendukung standar antara perbankan dengan Fintech. Inisiatif kedua adalah pengembangan Sistem Pembayaran Ritel 24/7 yakni pengembangan infrastruktur BI FAST dan QRIS.

Inisiatif selanjutnya adalah pengembangan infrastruktur pasar keuangan dan sistem pembayaran. Inisiatif ke empat adalah terkait optimalisasi data namun tetap menjaga aspek perlindungan konsumen. Dan inisiatif terakhir adalah pembentukan regulasi yang mendukung.

Seperti diketahui, BI Kpw Provinsi Sumut pada tahun 2021 menargetkan 500 merchant QRIS. Target ini juga sama seperti tahun 2010 yang belum tercapai akibat dampak pandemic covid-19. (pl)

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts