
Global Cyber News.Com| -Medan I Potensi pasar digitalisasi cukup luas di era pandemi ini. Untuk itu semua pihak harus bergerak cepat merebut peluang tersebut seiring dengan upaya pemerintah melakukan pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca terjangan gelombang badai corona yang masih berkelanjutan.
Indonesia seperti juga negara-negara lainnya di dunia, tetap berupaya melakukan inovasi dan berbagai terobosan untuk dapat membangkitkan kembali roda ekonomi yang mengalami keterpurukan selama hampir dua tahun ini.
Salah satunya adalah dengan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara skala prioritas baik di kota, pedesaan maupun kalangan pesantren, termasuk menggalakkan cinta produk buatan Indonesia dan meningkatkan program 12 juta QRIS.
Upaya PEN ini juga sedang dilakukan Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumut melalui Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) yang digelar sejak 16 – 19 September 2021.
‘Pada KKSU yang kedua ini, kita lebih memfokuskan pada upaya mendukung pemulihan ekonomi khususnya wilayah Sumut, melalui sinergi berbagai pihak dengan mendorong kemajuan UMKM,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Sumut, Soekowardojo pada pembukaan KKSU secara virtual zoom di Istana Maimun Kota Medan, Jum’at (17/9/2021). KKSU ini berthemakan, ‘Bersinergi Membangun Negeri, “UMKM Kuat, Ekonomi Maju, Indonesia Tangguh’.
Hadir saat itu diantaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Anggota Komisi XI DPR RI, H. Hidayatullah, H.Gus Irawan Pasaribu dan Sihar Sitorus, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, Gubernur Provinsi Sumut, Edy Rahmayadi, Kepala KR5 Otoritas Keuangan KR5 Sumbagut, Yusuf Ansori, Ketua Dekranasda Sumatera Utara, Nawal Lubis, Kadis Koperasi dan UKM Sumut, Suherman serta Kepala Perwakilan BI se Indonesia serta Pimpinan Satuan Kerja Bank Indonesia di Kantor Pusat dan 200-an pelaku UMKM.
Menurut Soekowardojo, diselenggarakannya KKSU dalam rangka Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021, sekaligus turut menyemarakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia Aja, dan event lanjutan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) yang telah berlangsung pada Februari 2021, serta beberapa flagship event Bank Indonesia tahun 2021, seperti Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI), Program QRIS 12 Juta Merchant dan Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF).
Disebutkan, pemilihan tema ini sebagai upaya kita untuk terus mengakselerasi pemulihan ekonomi khususnya di wilayah Sumut dengan mendorong kebangkitan UMKM di masa pandemi covid-19, baik pelaku usaha konvensional maupun pelaku usaha syariah dan upaya adaptasi pelaku usaha menuju kehidupan normal baru. “Selain itu kita juga mendorong UMKM dalam memanfaatkan peluang untuk bertransformasi dan berinovasi di era digital,” ucap Soekowardojo.
Pada kesempatan itu Menkop UKM, Teten Masduki dan Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, serta Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengapresiasi Kantor Perwakilan BI Sumut dalam membangkitkan UMKM dan pemulihan ekonomi Sumut lewat KKSU 2021. ‘Kami yakin dengan adanya KKSU ini, UMKM di Sumut ke depan mampu bertranformasi pasar digital yang pasarnya demikian besar,’ kata mereka.
‘Kami berharap penyelenggaraan KKSU 2021 pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara ke arah yang lebih baik. Berdasarkan hasil rilis PDRB periode triwulan II tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Sumatera Utara untuk triwulan II tahun 2021 mencatatkan angka positif masing-masing sebesar
7,07% dan 4,95% yoy. Pertumbuhan PDRB yang positif ini sebagai momentum proses recovery ekonomi kedepan, setelah pada empat triwulanan sebelumnya selalu mencatat kontraksi ekonomi,’ harap Soekowardojo.
Saat itu juga dilakukan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan Koordinator Wilayah (Koorwil) Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Sumut priode 2021-2026. (pl)
Red. Pandi Lubis








