
Global Cyber News.Com| Jokowi memang presiden legenda dan tak ada duanya. Indonesia seakan mendapat durian runtuh di era kepemimpinannya. Satu persatu hal mustahil justru diwujudkan. Mereka yang dulu berkuasa ia buat takluk dengan aturan mematikan. Salah satunya permintaan pembangunan smelter yang selalu menuai keberatan dari pemilik perusahaan tambang. Kini bidikannya ke Freeport mulai membuahkan hasil. Beritanya akan ada 1,7 ton cadangan mineral yang diolah dna setara 600 ribu truk.
Smelter sendiri berasal dari bahasa inggris yakni smelting artinya peleburan. Dalam artian luas, smelter berarti fasilitas peleburan tambang yang kemudian diolah menjadi mineral murni yang memiliki nilai tambah tinggi. Sejak tahun kemarin, Jokowi telag melarang ekspor nikel mentah di Eropa karena yakin kita bisa mengolah di negeri sendiri. Hal ini diwujudkan dengan kerja sama RI dan China untuk pengolahan nikel di Sulawesi dan kini disusul PT Freeport. Hal yang sebelumnya dinilai mustahil karena nilai investasi smelter yang sangat besar.
Seperti diberitakan detik.com, Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia Martiono Hadiato mengatakan di antara lima komoditi yang sudah dilakukan kajian, pasir besi kesimpulannya ekonomis, nikel dan alumina layak secara ekonomi tapi butuh 2 syarat, sedangkan timbal, seng, dan tembaga tidak.
“Besi untuk dijadikan sponge iron dibutuhkan dana investasi untuk membangun pabrik smelternya sebesar US$ 132 miliar, sedangkan besi dijadikan ping iron dibutuhkan investasi sebesar US$ 165 miliar,” ucapnya.
Sedangkan nikel dan alumina layak secara ekonomi namun membutuhkan 2 hal strategis. Pertama adalah pasokan listrik yang mencukup dan murah, karena satu smelter nikel butuh listrik 150-300 megawatt. Sedangkan untuk smelter alumina membutuhkan listrik 156 megawatt. Kemudian investasi untuk smelter nikel menjadi feronikelmencapai US$ 972 miliar atau Rp 9 triliun.
“Sedangkan untuk mengolah nikel menjadi HPAL dibutuhkan investasi US$ 1.160 miliar, sedangkan untuk mengolah alumina menjadi smelter grade alumina dibuthkan investasi sebesar US$ 1.662 miliar,” ungkapnya.
Nilai investasi yang sangat besar tersebut membuat perusahaan tambang sulit mengembangkan smelter. “Tentunya tidak mungkin dari satu institusi, harus konsorsium, nah konsorsiumnya dalam negeri apa luar negeri? kalau dalam negeri pakai rupiah dengan bunga tinggi, kalau luar negeri pakai dolar dengan bunga lebih kecil,” ucapnya.
Apalagi faktanya dari beberapa informasi, belum ada satu pun investor smelter yang bisa selesaikan pembangunan pabriknya pada 2014.
“Kalau pun mengendalkan smelter di Gresik, mereka harus tambah kapasitas hingga 600.000 ton dan itu membutuhkan dana investasi sebesar US$ 3,6-US$ 6 miliar,” tegasnya.
Akhirnya keraguan akan visi misi Jokowi terjawab enam tahun kemudian. Dirinya kini secara resmi menyaksikan groundbreaking pembangunan terbesar dunia di Gresik yang dikelola PT Freeport. Seperti dilansir cnbcindonesia.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini menyaksikan Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur.
Berbicara dalam peresmian, Jokowi menegaskan fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat itu akan menjadi salah satu pabrik smelter terbesar di dunia.
“Kita mendapatkan laporan bahwa smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line, terbesar di dunia,” kata Jokowi, Selasa (12/10/2021).
Pabrik ini, kata Jokowi, setelah rampung dapat mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga dan 480 ribu logam tembaga. Jokowi mengaku tak bisa membayangkan saat pabrik ini rampung.
“Bayangkan 1,7 juta ton. Kalau dinaikkan truk, yang kecil itu, biasanya bisa angkut 3-4 ton. Jadi berapa truk yang akan berjejer di sini? Kalau tiga ton satu truk kecil, berarti ada 600 ribu truk berjejer di sini. Ini gede sekali,”
Kerennya lagi, tak hanya tembaga yang bisa dihasilkan oleh smelter, tapi juga puluhan juta ton emas yang nilainya sekitar 30 triliun. Seperti dilansir kompas.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap kemampuan produksi smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.
Mula-mula, Erick menyampaikan penjelasan mengenai nilai investasi pembangunan smelter Freeport Gresik dan produksi yang akan dikerjakan di lokasi tersebut.
“Smelter ini akan melakukan investasi Rp 42 triliun, yang fungsinya sebagai pemurnian tembaga yang menghasilkan katoda tembaga,” kata di sela peletakan batu pertama pembangunan smelter Freeport Gresik, tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur (Jatim), Selasa (12/10/2021).
Juga fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak, dan logam berharga lainnya. Sehingga nanti kita bisa hasilkan rata-rata 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya Rp 30 triliun, tandasnya.
Dia menjelaskan bahwa selama konstruksi, smelter ini akan menyerap 40.000 tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut bakal diprioritaskan bagi pekerja asal Jatim.
Akhirnya kita tahu Jokowi laksana malaikat yang diturunkan Tuhan untuk membenahi Indonesia. Negara yang dulu terkenal sebagai sarang koruptor dan dinilai mustahil untuk maju nyatanya malah bikin seluruh dunia gempar. Tentu karena kemajuan pesat dan berita positif yang dibawa, bukan sebaliknya. Hanya manusia-manusia yang berhati kotor yang terus memfitnah dan mencaci maki Jokowi karena suatu hal, tapi tutup mata akan semua usahanya. Semoga saja akan ada penerusnya yang juga mewarisi kerja keras dan visioner seorang Jokowi. Dirinya telah membuktikan bahwa tak perlu takut melangkah selagi tujuannya untuk memajukan rakyatnya.
Red.









