
Global Cyber News.Com| Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menghadiri Muktamar Al-Khairiyah ke-10 di Cilegon, Kamis (21/10/2021).
Al-Khairiyah merupakan organisasi dan lembaga pendidikan islam yang telah berusia lebih dari satu abad. Selayaknya ormas, Muktamar ini diagendakan untuk menentukan ketua umum dan sebagai sarana silaturrahmi pengurus pusat, dewan pakar, majelis syura, pengurus wilayah, pengurus daerah dan pengurus cabang-cabang istimewa se-Indonesia.
Menteri Suharso merupakan salah satu tamu yang diundang untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Menteri menjelaskan peran Al-Kairiyah dalam pembangunan.
Menteri mengatakan, Al-Khairiyah berperan sebagai penguatan kohesi dan kerukunan, peningkatan ketahanan dan kesadaran aktualisasi nilai keislaman, pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan, pengembangan syiar agama, penguatan kebijakan publik.
Menteri juga menegaskan, Al-Khiriyah berperan strategis dalam memperkuat kepemimpinan transformatif, dengan mendasarkan pada sikap-sikap.
Pertama, memahami hakikat perubahan zaman, tidak hanya dalam lingkup lokal namun juga global (mondial), mengidentifikasi setiap peristiwa dalam rangka mengantisipasi terjadinya berbagai krisis akibat perubahan sosial yang melanda dunia.
Kedua, melakukan adaptasi dan akomodasi positif atas berbagai tantangan, mempekuat sinergi, kolaborasi dan kerja sama antarberbagai gologan.
Ketiga, memberikan keteladanan (ing ngarsa sung tulada) yang diperkuat dengan sikap konsistensi (istiqāmah).
Kamis, 21 Oktober 2021
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas
Red.









