
Global Cyber News.Com| – Dairi I Wakil Ketua Yayasan Pesantren Dairi, Irwan Antoni Gajah menyampaikan keseriusan lembaga yang dikelolanya untuk mengembangkan budidaya hortikuktura, dalam binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI). Hal tersebut tampak dari usaha mereka dalam merintis budidaya hortikultura dengan fasilitas yang minim, sebelum menjadi binaan KPw BI Sumut.
“Pesantren Dairi sudah memiliki tanaman hidroponik, fasilitas yang digunakan sederhana, terdiri dari bambu dan pipa-pipa. Alhamdulillah semangat itu menjadi perhatian khusus BI Sumut,” ungkap Irwan, Rabu (3/11/2021) dalam kick off and capacity building pemberdayaan ekonomi Pesantren Dairi binaan KPw BI Sumut.
Adanya binaan dari KPw BI Sumut, kini pesantren dengan jumlah 700 santri tersebut dapat membudidayakan hortikultura, seperti sayur pakcoy, selada pagoda, bayam dan kangkung menggunakan greehouse, sebagai solusi modern agar tanaman terjaga dari iklim tidak menentu, hingga menghasilkan panen yang baik dan dalam jumlah yang meningkat.
Irwan juga optimis, jika program budidaya hortikultura mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dapur pesantren dan hasil panen dapat dijual. Oleh karena itu, mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Dairi turut membantu realisasi pemasaran hasil panen sayuran mereka.
“Dari segi konsep pembangunan greenhouse ini sebagai sarana edukasi dan peningkatan ekonomi pondok pesantren. Jadi konsepnya, hasilnya kita pasarkan ke swalayan dan pasar modern. Namun, kerjasama tersebut belum dapat terealisasi. Untuk itu kami meminta bantuan bapak bupati untuk membantu pemasaran,” minta Irwan.
Sementara itu, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, mengatakan akan membantu akses pemasaran dengan membuka jalinan komunikasi kepada pecinta tanaman organik, dan para pemilik toko-toko modern agar mau menerima hasil panen sayur organik dari pesantren yang terletak di Jalan Runding, Keluruhan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang.
“Nanti kita coba berbicara pada kawan-kawan di toko-toko modern bahwa ada tanaman organik, yang perlu dikonsumsi oleh masyarakat Dairi,” janji Eddy.
Mengenai pemasaran, sebenarnya Direktur KPw BI Sumut, Ibrahim berharap Pesantren Dairi menjadi salah satu dari dua puluh binaan Kpw BI, Sumut, Sibolga dan Siantar yang dapat rantai ekonomi pesantren yang saling mendukung berdasarkan potensi masing-masing, sehingga membentuk Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebritren). (pl)
Red. Pandi Lubis








