Monday, January 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalBank Indonesia Kembali Pertahankan BI7DRR 3,50 Persen
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Bank Indonesia Kembali Pertahankan BI7DRR 3,50 Persen

Global Cyber News.Com| – Jakarta I Keputusan mempertahankan kembali BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan itu saat membacakan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) bulan desember 2021 yang digelar secara livestreaming, Kamis (16/12/2021). RDG tersebut berlangsung sejak Rabu,(15/12/2021).
Merurut Perry Warjiyo, proses pemulihan ekonomi domestik diprakirakan terus berlanjut dan akan meningkat lebih tinggi pada 2022. “Pertumbuhan ekonomi diprakirakan membaik pada triwulan IV 2021 sejalan dengan meningkatnya mobilitas pasca langkah-langkah penanganan yang ditempuh Pemerintah dalam pengendalian Covid-19 varian Delta, “ katanya.
Kinerja konsumsi swasta, investasi, serta konsumsi pemerintah diprakirakan terus meningkat, di tengah tetap terjaganya kinerja ekspor. Bahkan pertumbuhan ekonomi juga didukung kinerja Lapangan Usaha utama, antara lain Industri Pengolahan, Perdagangan dan Pertambangan yang diprakirakan tetap baik.
Sejumlah indikator hingga Desember 2021 menunjukkan proses pemulihan yang berlanjut, seperti peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai daerah, kenaikan penjualan eceran, penguatan keyakinan konsumen, serta ekspansi PMI Manufaktur.
“Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2021 berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia yaitu 3,2-4,0 persen. Pada 2022, perbaikan ekonomi terutama didukung konsumsi swasta yang meningkat dan kinerja ekspor serta belanja fiskal Pemerintah yang tetap terjaga. Hal tersebut sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan ekonomi yang semakin luas, serta stimulus kebijakan yang berlanjut, “tandasnya seraya menambahkan bahwa dengan perkembangan tersebut, BI memperkirakan ekonomi domestik 2022 tumbuh lebih tinggi menjadi 4,7-5,5 persen.
Lebih jauh Perry Warjiyo menegaskan, BI akan terus memperluas digitalisasi sistem pembayaran untuk mempercepat integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital termasuk untuk mendorong ekonomi-keuangan inklusif dan pertumbuhan ekonomi.
Transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.
“Pada November 2021, nilai transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh 61,82 persen (yoy) mencapai Rp 31,3 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 47,08 persen (yoy) menjadi Rp3.877,3 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga mengalami pertumbuhan 8,39 persen (yoy) menjadi Rp674,9 triliun, “ujar Perry Warjiyo seraya menambahkan, bahwa BI juga akan menargetkan 15 juta pengguna baru QRIS pada 2022 guna mendorong peningkatan transaksi QRIS melalui koordinasi dengan penyelenggara jasa Pembayaran dan kementerian/lembaga terkait.
Ke depan, BI terus menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran, serta mendukung program Pemerintah melalui koordinasi dan monitoring uji coba digitalisasi Bantuan sosial (Bansos) 4.0, transaksi keuangan Pemda dan elektronifikasi Moda transportasi. (pl)

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts