Tuesday, April 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalBelajar Keteladanan dari Rusdianto, Membela Tanpa Pamrih
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Belajar Keteladanan dari Rusdianto, Membela Tanpa Pamrih

Global Cyber News.Com| Aku bukan juru selamat, tetapi aku orang biasa yang menjadi pemimpin karena keadaan yang luar biasa. Nelson Mandela

Jakarta – Tidak ada sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Termasuk berkumpulnya ribuan nelayan pada 17 Januari 2018 di Istana Negara. Nelayan begitu tegak berdiri membela dan lantang menyuarakan kepentingannya.

Rusdianto Samawa mengkomandoi ribuan nelayan pada waktu itu. Ia terus mengajak untuk terus mengepalkan tangan untuk menonjok negara dan kekuasaan. Tidak sampai disitu, Rusdianto pun tampil di Televisi swasta nasional untuk memastikan telinga kekuasaan mendengar tuntutan dan jeritan nelayan.

Dari arah perjuangan tersebut, Rusdianto dilihat sangat gigih dan konsisten untuk membela nelayan. Walaupun didiskriminasi oleh kekuasaan, ia tetap membela kebenaran dan menegakkan keadilan.

Jarang melihat pejuang yang siap berkorban seperti Rusdianto. Melampaui ego pribadi dan kepentingan untuk diri sendiri. Karena di saat berjuang bersama nelayan, Rusdianto meninggalkan anak dan istri.

o0o

Membela Tanpa Pamrih

Demo yang digelar oleh nelayan di awal tahun 2018 yang lalu sudah tercapai. Tuntutan yaitu mencabut kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (2014 – 2019) tentang pelarangan alat tangkap Cantrang.

Kebijakan tersebut dicabut oleh Mantan Menteri KKP Edy Prabowo di tahun 2020. Dari catatan perjuangan nelayan, hasil manis karena buah perjuangan bersama, itu juga diakui oleh Rusdianto.

Walaupun, Rusdianto telah menjadi martir, karena sasaran empuk kekuasaan dalam perjuangan tersebut. Tapi satu hal yang menarik melihat perjuangan Rusdianto sebelum dicabutnya kebijakan Susi yang menindas tersebut.

Rusdianto mengunci perjuangan dengan meminta kebijakan pelarangan Cantrang untuk dicabut menjelang Susi didepak dari Kabinet Jokowi periode kedua. Rusdianto berreaksi dengan jurus andalannya yaitu dengan menulis artikel meminta untuk derugalasi kebijakan Susi.

Rusdianto tidak sampai disitu, ia menyampaikan pikiran tersebut sampai menusuk ke dalam partai penguasa saat ini, yaitu PDI Perjuangan. Hal itu disampaikan oleh Rusdianto melalui Prof. Rohmin Dahuri. Walaupun Prof. Rohmin Dahuri mengatakan pikirannya sama dengan Rusdianto.

Jadi perjuangan Rusdianto dengan nelayan dilalui dengan air mata, darah dan nanah. Walaupun terkadang kekuasaan membusuki perjuangannya, dengan mencoba mendiskriminasikannya.

Dari hasil perjuangan yang dibilang manis, Rusdianto tidak meminta balas budi. Rusdianto, tetap menjadi Rusdianto pejuang dan pembela kebenaran dan keadilan.

Ia tetap kritis dan konsisten berpihak pada kelompok-kelompok kecil yang tertindas. Ia pun sering mengingatkan kekuasaan atau Menteri KKP bila keluar dari kebenaran.

Dan saat ini, Rusdianto tetap aktif menjadi juru bicara nelayan. Melakukan advokasi ke sentra-sentra aktivitas nelayan, dan keliling wilayah pesisir di seluruh Indonesia. Demi menemani kepentingan nelayan. Keteladanan Rusdianto sebagai contoh pejuang sejati.

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts