Tuesday, April 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalDermaga Buntung, Blankspot, Listrik, Air Minum: Konektivitas Pembangunan, Telaah Kebutuhan Masyarakat
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Dermaga Buntung, Blankspot, Listrik, Air Minum: Konektivitas Pembangunan, Telaah Kebutuhan Masyarakat

Penulis: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Menulis dari atas Kapal Penumpang Penyebrangan Labuhan Aji – Pulau Medang


Global Cyber News.Com| Sebelum meninggalkan Labuhan Aji, wejangan untuk Beta Salahuddin pemilik Homestay Iman Jaya: Caffe and Restaurant. Potensi wisata Pulau Moyo bukan rahasia lagi, kelasnya mendunia sehingga dibutuhkan pemikiran, ide dan gagasan out of the box (pikiran yang luar biasa).

Sejuta potensi Pulau Moyo harus dikerjakan secara paralel dan bertahap. Tangan-tangan kreatif seperti Beta Salahuddin adalah luar biasa. Mencoba peruntungan tidak atas bantuan pemerintah untuk kembang dan tumbuh, demi merealisasikan pembangunan yang ada di Pulau Moyo, terutama Labuhan Aji.

Kritik juga kepada Pemerintah Desa Labuhan Aji, jangan berkantor di Kota Sumbawa, berkantorlah di Labuhan Aji untuk menerima keluhan masyarakat. Melihat dan mendaftarkan para pelancong, touris domestik maupun internasional. Membangun pikiran masyarakat agar tetap setia, ramah dan lugas elegan menerima siapapun berkunjung.

Lagi pula, penerimaan dana desa Labuhan Aji sekitar 2,4 Miliar pertahun adalah sangat besar. Mestinya, pembangunan Dermaga Buntung dapat dilakukan. Apalagi, dermaga buntung itu sudah triliun rupiah pajaknya.

Penting, pembangunan Dermaga Buntung Labuhan Aji dipercepat untuk melayani para pelancong, pengunjung, pedagang, masyarakat dan pejabat-pejabat daerah. Kebutuhan dana pembangunan Dermaga Buntung ini hanya sekitar 2 Miliar. Sekali-kali pembangunannya pun harus kualitas bagus dan model dermaga bagus juga.

Hal ini penting, dermaga buntung dibangun cepat. Karena Konektivitas dan koneksi ditentukan oleh keindahan alam Pulau Moyo yang diakses melalui dermaga buntung ini. Masyarakat Labuhan Aji merasa terjadi disparitas pembangunan. Mengapa? karena Dermaga Pulau Medang yang jarak perjalanan 30-an menit dari Labuhan Aji, dermaganya sangat bagus sekali.

Dermaga pelabuhan Pulau Medang dibangun baru – baru ini. Setelah satu tahun lalu, saya berkunjung ke Pulau Medang, dermaga tersebut belum ada. Atas atensi disparitas itu terjadi. Masyarakat desa Labuhan Aji seolah-olah dianaktirikan, tidak diperhatikan sama sekali oleh pemerintah.

Begitu juga, blankspot (sinyal internet) seputar Pulau Moyo, terutama Labuhan Aji. Provider telkomsel ada sinyal. Dikala pagi dan siang hujan tidak ada matahari. Maka, provider tidak hidup sama sekali. Akses internet terputus. Namun, apabila malam provider hidup dan sinyal internet menguat.

Hal itu terjadi karena sinyal internet memakai tenaga surya. Proses penguatan dan adanya sinyal internet tergantung pada Matahari dan kuatnya mesin ditower mensuplay tenaga listrik. Kedepan, sangat penting untuk perbaikan.

Apalagi, akses jalan masuk menuju spot wisata Air Terjun Mata Jitu, pemerintah secepatnya perbaiki sehingga konektivitas itu berlangsung nyaman dan para pengunjung merasa damai.

Penting pemerintah menciptakan rasa indah dan nyaman bagi pelaku usaha, pelancong, wisatawan dan touris domestik agar daerah-daerah yang kita dambakan sebagai pusat wisata itu berkembang secara baik dan benar.

Pembangunan juga harus perhatikan konservasi alam, menjaga kelestarian, menanam pohon, memperkuat kontur tanah hingga memasang geronjong penghadang tanah di pesisir pantai Labuhan Aji. Hal ini bertujuan untuk memelihara alam dan tidak terjadi abrasi setiap tahun.

Begitu juga, kebutuhan air minum. Ada ide masyarakat untuk Industrialisasi Air Minum yang menjadi kebutuhan mendesak. Mengapa? karena Air Minum Labuhan Aji masih manual, proses bor yang dilakukan masyarakat sendiri dimasing-masing rumah.

Tentu, kedepan untuk menyiapkan Labuhan Aji sebagai desa wisata masa depan. Maka pemerintah bersama stakeholders harus bekerja keras untuk melancarkan konektivitas yang menjamin pada ipeningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerintah juga bisa mendapatkan PAD yang tinggi.

Kebutuhan lainnya, lingkup ekonomi kreatif harus menjadi perhatian juga. Karena sumberdaya di Labuhan Aji sangat banyak sekali sebagai bahan-bahan baku ekonomi kreatif, seperti kulit menjangan (rusa), banteng, kerang, kuda laut, lukisan, dan lainnya.

Mendorong ekonomi kreatif tergantung pada kemampuan mobilitas pemerintah. Jelas, infarstruktur, konektivitas, pasar desa, bahan baku, perdagangan, wisata dan perbaikan intalasi Air Minum, Balnkspot, Dermaga, hingga listrik adalah penunjang pembangunan itu sendiri menuju konektivitas dan terintegrasinya akses.

Semoga pemerintah dan bersama seluruh lembaga negara dapat memperhatikan pulau moyo ini dengan sebaik-baik.

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts