Wednesday, March 4, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeOpiniJacob Ereste :Masalah Bangsa dan Negara Bisa Diatasi Bersama Wali Spirirual Indonesia
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Jacob Ereste :
Masalah Bangsa dan Negara Bisa Diatasi Bersama Wali Spirirual Indonesia

Global Cyber News.Com|Diskusi bersama Panindita Astono Chandra Dana., SE., MM., BA di Puri Chardez Kencana, Jl. Sunan Bonang II, Blok RJ 7 No. 2, 2 dan 3, Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Tangerang, berlangsung santai hingga larut malam dengan berbagai kemungkinan bagi Wali Spuritual Indonesia untuk berperan menjaga keamanan dan perdamaian bersama menjelang tahun politik Pilres 2024. Karena untuk melakukan semua itu diperlukan sikap dan sidat kesatria yang sejati seorang Pinandita dalam mengayomi semua pihak. Ikhwal Satria Pinandita itu sendiri, menurut Wali Spiritual Indonesia Eko Sriyanto Galgendu dan Romo Astono yang ideal berjumlah tujuh orang.

Dalam strata masyarakat bisa mengacu dari sifat dan sikap Brahmana, Waisya dan Sudra, maka tampak jelas perlu adanya pemimpin spiritual. Karena pemimpin spiritual mampu meredam pertikaian antar umat beragama bagi bangsa dan masalah negara, ujar Eko Sriyanto Galgendu seraya diamini oleh Romo Astono Chandra Dana yang juga dosen Akutansi Keuangan di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

Dalam dialog santai hingga menjelang pagi, Rabu malam 29 Juni 2022, keduanya tokoh spiritual ini pun sepakat adanya Pancer Bumi yang terletak dekat IKN (Ibu Kota Negara) di Penajam, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Tepatnya lokasi Puser Bumi itu, tandas Astono Chandra Dana berada di lokasi sebuah Pura yang ada di Samarinda.

Adapun Puser atau pancet Bumi itu sendiri sebagai merupakan asal muasal manusia peradaban yang ada di Nusantara, seperti yang ditandai oleh keberadaan Mulawarman, Asmawarman dan Purnawarman.

Karena itu, kata Romo Panindito Astono Chandra Dana., SE., MM., MBA, keseriusan untuk menekuni spiritual, akan semakin relevan dan diperlukan untuk semakin memperluas wawasan keagamaan. Karena melalui spiritualitas bisa melintasi batas-batas semua agama, sehingga dengan laku spiritual dapat membantu mempertemukan titik temu antara semua agama, bahwa harkat dan martabat manusia itu sesungguhnya sangat mulia dan sama sebagai ciptaan Tuhan. Jika dalam Islam makna tentang rachmatan lil alamin itu dapat dijadikan pokok pegangan karena memiliki nilai-nilai ilahiah yang sangat tinggi dan luas jangkauannya.

Selaku Ketua Parisada Hindu, Romo Astono Chandra Dana yang juga membawahi Bidang Agama dan Spiritual ini berkisah tentang pengalaman pribadinya di Gunung Batu, ketika menapak menuju puncak Gunung yang terbilang wingit itu, dirinya dapat meluncur begitu saja hingga mencapai puncak. Meski ketika itu kondisi kesehatannya tengah kurang baik.

Lantaran keterpanggilan hati dan jiwa, laku spiritual itu seberat apapun, karangan harus dia lakukan, meski terpaksa dilakukan dengan tuntunan dan pertolongan orang lain untuk menunaikan laku spiritual yang diyakininya itu di Pjncak Gunung Batu yang ada di Pulau Bali itu.

Yang sangat mengesankan dan menjadi pengalaman spiritual yang sangat mengesankan sepanjang hidupnya adalah, kejadian nyata yang dapat dia saksikan saat berada di puncak Gunung Batu yang pada bagian atasnya mirip dengan potongan nasi tumpeng yang datar. Ketika waktu menjelang malam, dia menyaksikan tiga matahari sekaligus yang muncul dengan warna perak, berikutnya berwarna kuning emas dan yang terakhir berwarna kuning kemerahan.

Kejadian nyata ini disaksikan juga oleh orang yang menuntun dan membantunya untuk mendaki ke puncak gunung yang memiliki ketinggian hampir 3.000 meter itu.

Pengalam spiritual yang merasakan sendiri itu, dirinya merasa bisa dengan enteng meluncur ke atas Gunung Batu dengan kekuaran gaib, hingga dirinya merasa bisa naik dengan sendiri ke puncak gunung dengan kekuatan yanv ghaib itu, hingga kemudian menyaksikan ada tiga matahari berwarna putih, dan yang satu lagi berwarna kuning emas serta yang terakhir berwarna kuning kemerahan.

“Ini kejadian riil, kejadian nyata yang saya saksikan sendiri sebagai suatu keajaiban semesta”, kata Mangku Astono Chandra Dana mengenang peristiwa luar biasa itu pada tahun 2003 silam.

Menurut Romo Astono, Gunung Batu inilah yang acap disebut oleh banyak orang di Bali sebagai Puncak Kedaton, katanya berkisah. Dan Gunung Batu ini dipercaya oleh Umat Hindu sebagai tempat bersemayamnya Maha Dewa seperti di Puri Indra Prasta.

Sri Eko Galgendu pun mengakui di Puri terbesar di Bali juga dia pernah menerima wangsit atau wahyu dari trah kerejaan Majapahit. Karena di tempat itu memang tempatnya Maha Dewa bersemayam, seperti yang ada di Puri Indra Prasta di Solo, kata Ketua GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia), Eko Sriyanto Galgendu yang memang aktif mengelola ikatan kerukunan antar umat beragama di Indonesia

Coleduk, 29 Juni 2022

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts