
Global Cyber News.Com| RSUD dr. Iskak Tulungagung kembali terlibat pada kegiatan sosial. Kali ini, rumah sakit milik Pemkab Tulungagung ini berpartisipasi dalam kegiatan Hari Bakti ke-114 Dokter Indonesia yang dilaksanakan di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Sabtu (16/7/2022).
Dalam rangka meriahkan Hari Bhakti ke-114 Dokter Indonesia, RSUD dr. Iskak Tulungagung
Acara yang diprakarsai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung tersebut dimeriahkan berbagai kegiatan. Mulai dari senam massal, lomba yel-yel, hiburan musik, donor darah, hingga seminar awam pencegahan stunting. Hal ini sesuai dengan tema besar yang diangkat, yakni peran dokter dalam upaya percepatan penanganan stunting. IDI selama ini berperan aktif dalam penurunan angka stunting di Tulungagung.

Dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut, RSUD dr. Iskak turut serta dengan membuka laboratorium mini di area GOR. Beberapa layanan yang tersedia di booth RSUD dr. Iskak adalah, cek tekanan darah, cek kolesterol, cek gula darah, cek asam urat, hingga konsultasi pelayanan rumah sakit. Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Supriyanto, Sp.B M. Kes mengatakan, laboratorium mini ini dimaksudkan agar masyarakat lebih aware dengan kondisi Kesehatan. Utamanya pemeriksaan Kesehatan ringan.
“Kami turut serta supaya masyarakat lebih peduli dengan kondisi kesehatannya. Kami juga andil bagian memberi edukasi bila masyarakat memerlukan pertolongan medis harus kemana,” ujarnya.
Selain membuka layanan laboratorium mini, RSUD dr. Iskak turut ambil bagian dalam penampilan musik. Grup band The Doctors, yang digawangi para dokter RSUD dr. Iskak turut serta menghibur peserta senam dan seminar. Penonton pun larut dalam alunan lagu-lagu yang dibawakan oleh The Doctors.
“Para dokter yang memiliki hobi bermusik, kami beri wadah untuk ikut serta di sini,” imbuh Supriyanto. Ketua IDI Kabupaten Tulungagung, dr. Abu Mardah mengatakan, kegiatan hari bakti dokter kali ini diawali dengan senam bersama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba yel- yel kader puskesmas se-Kabupaten Tulungagung, serta seminar awam yang diikuti 300 peserta dari kelompok resiko tinggi stunting. Tak hanya itu, juga terdapat pembagian sembako, aneka dorprize, dan donor darah yang diikuti sekitar 50 peserta.
Abu juga mengatakan IDI ini bukan merupakan organisasi kemasyarakatan melainkan suatu organisasi profesi. IDI selalu memberikan kegiatan yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan angka stunting di Tulungagung.
“Kami berharap IDI semakin solid dan kompak dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” terangnya. (reg)
Red. Regita








