Tuesday, March 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeOpiniJacob Ereste :Wirit & Tahmid Pada Acara Renungan Menyambut Detik Kemerdekaan 77...
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Jacob Ereste :
Wirit & Tahmid Pada Acara Renungan Menyambut Detik Kemerdekaan 77 Tahun Republik Indonesia

Global Cyber News.Com|Essensi dari peringatan Tujuhbelas Agustustus Seribu Sembilan ratus Empat puluh Lima tahun ini, ada baiknya menjadikan mukadkmah UUD 1945 sebagai zikir sepanjang hari menjelang detik-detik kemerdekaan yang cukup sakral itu. Setidaknya, agar substansi dari hakikat kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia sesuai dengan cita-cita Luhur para pejuang kita yang menebusnya dengan sepenuh jiwa dan raga, bisa kembali membara dalam sanubari kita semua.

Karena itu muatan nilai spiritual yang terkandung di dalam Mukadimah UUD 1945 itu, dapat dipahami semacam ruh — kabatinan — dari seluruh pasal yang ada di dalam UUD 1945 itu, meski sejumlah pasal diantaranya sudah mengalami perubahan yang sangat mengganggu, sehingga banyak dipersiapkan oleh berbagai pihak sampai sekarang.

Teks dari UUD 1945 memang telah mengalami perubahan atau amandemen selama beberapa kali. Perubahan dilakukan terkait nama, substansi materi maupun masa berlakunya. Setidaknya, perubahan dari teks UUD 1945, sejak awal pada 18 Agustus 1945-27 Desember 1949. Lalu Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949-17 Agustus 1950). Kemudian
Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959). Hingga kembali pada
Undang-undang Dasar 1945 (5 Juli 1959-19 Oktober 1999).

Sudah begitu pun, UUD 1945 terus diubah dalam tahap pertama (19 Oktober 1999-18 Agustus 2000). Berlanjut dengan tahap pertama dan kedua, (18 Agustus 2000-9 November 2001) hingga perubahan tahap pertama, kedua dan ketiga (9 November 2001 – 10 Agustus 2002).

Konon ceritanya, perubahan UUD 1945 lanutan tahap pertama, kedua dan ketika masih akan diteruskan lagi pada tahap keempat pada (10 Agustus 2002). Demikian Laporan Detik News, 21 Maret 2022 yang akan segera kita buktik kebenaran atau tidaknya dari rencana perubahan lanjutannya. Sebab harap-harap cemas pun bisa terjadi lebih buruk dari yang sudah adanya perubahan seperti sekarang. Meski begitu, toh ada pula peluang untuk kembali memperbaiki yang sudah terjadi, atau bahkan dapat dikembalikan seperti keadaan semula seperti yang diinginkan oleh banyak orang yang juga mempersoalkan kesusahan perubahan UUD 1945 tersebut sejak awal dilakukan dahulu.

Karena itu pula dalam acara renungan 17 Agustus 2022 yang ke–77 tahun ini, ada baiknya muatan nilai spiritual yang terkandung pada Periambule UUD 1945 itu bisa dijadikan seperti wirit yang dilafaskan dengan sepenuh jiwa dan batin, agar bangsa dan negara Indonesi bisa tegar dan kembali bangkit dari keterlurukannya dalam semua bidang. Dan segenap warga bangsa Indonesia dapat selamat dan sentosa masuk ke dalam pintu gerbang kemerdekaan sejati seperti yang dicita-citakan.

Banten, 3 Agustus 2022

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts