Tuesday, March 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalIndonesia Butuh Sosok Pemimpin Yang Bisa Bawa Bangsa Lebih Maju
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Indonesia Butuh Sosok Pemimpin Yang Bisa Bawa Bangsa Lebih Maju

Global Cyber News.Com|-Medan I Sebenarnya tren pembangunan Indonesia ke depan yang sudah direncanakan sampai tahun 2045 sudah sangat baik. Lihat saja, kita saat ini sudah melewati tiga masalah besar. Pertama, Covid-19, kita selesai, Gejolak ekonomi sudah bisa diantisipasi dan Ketahanan pangan kita juga sudah mulai bagus.
Namun yang kita kuatirkan adalah sosok pemimpin masa depan yang bisa membawa Indonesia yang lebih maju ke 2045, itu bagaimana. Untuk mencapai 2045, kita butuh kira-kira 20 tahun lagi. Sedangkan pemimpin yang bagus di Indonesia cuma bisa 2 kali. Berarti kita butuh dua sosok pemimpin yang bagus. Bukan karena masalah agama dan lainnya.
“Kita mulai dari Presiden Soekarno sampai hari ini, Presiden Jokowi, kita tahu sudah bagaimana pemimpin karakter membuat Indonesia bagus. Bukan membuat sekelompok tertentu bagus. Bukan. Membawa Indonesia bagus, bukan kelompok suku, agama, atau rasa tau lainnya. Tapi, dia adalah pemimpin yang bisa membuat Indonesia menjadi bagus, menjadi kesatuan. Itu yang kita cari,” kata Ketua Perwakilan Agama Budha Indonesia (Walubi) Sumatera Utara (Sumut), Brilian Moktar, SE, MM usai menghadiri upacara bendera yang digelar Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumut di Halaman Yayasan Saputra Persada Jalan Pancur Batu No.4 Medan, Rabu, (17/8/2022).
Brilian Moktar mengakui, sebagai pemimpin, Indonesia memang banyak Undang-Undang yang harus kita rombak. Tapi butuh waktu yang panjang. Seiring dengan itu, Presiden Jokowi juga sudah keluarkan Omnibus Law, tapi masih banyak orang yang tidak terima tentang Omnibus Law. Jadi harus pelan-pelan disosialisasi, dibentuk sehingga betul-betul tidak ada kalangan untuk memajukan Indonesia.
Disebutkan, kita miliki sumber daya alam (SDA) yang luar biasa hebat. Namun kita tidak bisa mengirim SDA yang mentah atau barang mentah ke Luar Negeri. Jadi kita harus punya turunan agar dapat memiliki nilai tambah.
“Saya sangat setuju bahwa nikel, log dan rotan tidak boleh di ekspor. Dia harus kirim ke LN barang jadi, tidak bisa tidak. Bila perlu Batu Bara juga begitu,” katanya seraya menambahkan, bahwa kita tahu banyak negara butuhkan Batu Bara, mengharapkan Indonesia.
Tapi kita juga punya pengalaman, bagaiama menggiatkan ekonomi nasional punya efek multi player. Jadi yang kita sangsikan ke depan, itu saja, bagaimana di dalam Pendidikan,pendidikan teknologi, dan bagaimana ideologi ditanamkan tentang Pancasila, UUD 45, sadar akan hukum dan sadar akan pajak. Juga sangat penting.
Sekarang bagaimana kondisinya? Menurut Brilian Moktar, sekarang sudah bagus, pemerintah sudah menjalani sesuai relnya. “Kalalu tidak membayar pajak bagus, saya rasa kita bagaimana mendanai APBN dengan situasi sangat krisis. Dewasa ini sudah lebih kurang 65 negara berada diajang pintu bangkrut. Kita masih bagus,” tandasnya.
Namun, sekarang kalau bisa bagaimana mengerem pertumbuhan anak bangsa ini, itu yang sangat repot. Ini kita sudah kebanyakan, sudah 270 juta jiwa. Jadi kalau 270 juta jiwa itu kita harus mencari dua kali APBD sekarang, harusnya 8000 T. Makanya kita harus betul2 mengelola keuangan dengan baik.
Tadi disebutkan, kita menuju ke 2045 mencari dua sosok pemimpin yang bagus. Ya, betul, katanya, semua bangsa Indonesia bagus, asal jangan dipengaruhi yang negatif. Semua pemimpin yang berani mencalonkan diri minimum dia sebagai kader terbaik, tapi benar-benar memanage pasangan yang bagus, ini yang repot.
“Suatu pimpinan daerah, banyak, tapi lihat belum apa-apa, wakil dengan gubernurnya sudah nggak akur. Bagaimana mencari pemimpin kecocokan seperti Jokowi dengan Maruf Amin. Ini yang penting. Tapi sekarang belum ada yang muncul. Kalau politikus dengan politikus, pasti berantem,” ucapnya.
EKONOMI INDONESIA TANGGUH
Sementara Mantan Pengurus PSMTI Sumut, Eddy Juandi berharap, ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih maju dan kuat. Dan ini sudah terbukti, sejak terjadi Perang Ukraina, Eropa dan luar negeri semua mengalami inflasi yang luar biasa. Namun Indonesia bisa mengantisipasinya. Jadi, kita termasuk negara yang ekonominya tergolong tangguh.
“Ke depan, negara kita mementingkan makanan pokok dan harus kita budidayakan lagi dan ditingkatkan. Ya, pokoknya masalah pangan sangat penting diperhatikan,” kata Eddy Juandi, usai upacara penurunan bendera merah putih yang digelar PSMTI di Halaman Yayasan Saputra Persada, Jalan Pancur Batu Medan, Rabu sore (17/8/2022).
Eddy Juandi juga menyebutkan, tentang kepastian hukum di bidang ekonomi ini harus ditingkatkan. Selain itu, pembangunan pembangkit listirik, mesti ditingkatkan. Kalau bisa pembangkit listrik yang ramah lingkungan seperti air, matahari tanpa pakai BBM.
Ketika disinggung tentang bayang-bayang Inflasi ke depan, ia mengatakan, bayang-bayang inflasi memang ada, tapi tidak drastis lagi semasa Pandemi Covid-19 dua tahun lalu. Itu sudah terbukti di tahun 2022, dimana pergerakan peningkatan pemulihan ekonomi nasional semakin meningkat.
“Semua Itu berkat bantuan dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Eddy Juandi seraya mengharapkan agar masyarakat tetap menjalankan protocol kesehatan dengan memakai masker jika beraktifitas ke luar rumah. (lam/pl).

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts