Sunday, April 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalKEPANDOEAN TJEPOETJEPOE PADVINDERIJ
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

KEPANDOEAN TJEPOETJEPOE PADVINDERIJ

Jejak Sejarah Pramuka di Cepu
27 Agustus 1930

globalcybernews.com-Pecinta Sejarah Cepu, kali ini kita akan menggali sebanyak mungkin Sejarah kepanduan-Pramuka di Cepu. Minimnya literasi – catatan tentang kegiatan ke-Pramuka-an di Cepu, membuat tulisan ini dirasa sangat kurang informasi nya. Semoga penggiat kepramukaan Cepu bisa melengkapi nya ya 🙏

SEJARAH KEPANDUAN DUNIA

Menurut sumber yang kami dapat di Wikipedia, Berdirinya pramuka diprakarsai oleh Baden Powell. Mulanya, pada tahun 1907 ketika Baden Powell yang menjabat sebagai Letnan Jenderal tentara Inggris, ia mengadakan perkemahan pramuka di Pulau Brownsea, Inggris.

Di tahun 1920, tepatnya pada tanggal 30 Juli hingga 8 Agustus, untuk pertama kalinya diadakan Jambore Dunia. Kegiatan tersebut merupakan pertemuan besar antar para anggota pramuka di seluruh dunia. Acara tersebut dilakukan seperti berkemas bersama.

Jambore pertama ini diadakan di di Olympia Hall, London, dengan jumlah peserta sekitar 8000 anggota pramuka yang berasal dari 34 negara berbeda.

Dalam acara tersebut Baden Powell dinobatkan sebagai Chief Scout of the World atau Bapak Pandu Sedunia.

SEJARAH SINGKAT KEPANDUAN INDONESIA

Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang sudah ada di Indonesia lebih dari 100 tahun yang lalu.

Organisasi Pramuka sendiri masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pramuka di Indonesia berdiri berawal dari munculnya cabang milik Belanda yaitu Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912.

Bersumber dari laman Museum Sumpah Pemuda, nama tersebut kemudian berubah menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP) pada 1916.

Mangkunegara VII di tahun yang sama mendirikan Organisasi Kepanduan pertama di Indonesia yang diberi nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Organisasi kepanduan tersebut kemudian menjadi pelopor organisasi-organisasi serupa yang muncul setelahnya.

Organisasi kepanduan Indonesia dilarang Belanda – JPO menjadi pemicu semangat rakyat untuk membuat organisasi kepanduan milik Indonesia. Organisasi kepanduan yang muncul mengikuti jejak JPO diantaranya adalah:

  • Hizbul Wahton (HM) – 1918,
  • Jong Java Padvinderij (JJP) – 1923.
  • Nationale Padvinders (NP),
  • Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ),
  • Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS)
    Serta penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926 sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Banyaknya organisasi pramuka yang bermunculan milik Indonesia tersebut membuat Belanda khawatir. Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder.
Karena hal itu untuk organisasi kepramukaan milik Indonesia, K.H Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan”.

Pada tanggal 23 Mei 1928 muncul organisasi persaudaraan kepanduan Indonesia yaitu PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS. Lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia Setelah Kemerdekaan Indonesia, kepanduan yang bersifat nasional terbentuk yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945. Organisasi kepanduan di Indonesia pada saat itu berjumlah ratusan dan dibagi menjadi beberapa federasi. Namun terdapat kelemahan dari beberapa federasi tersebut yang kemudian dibentuk Perkindo (Persatuan Kepanduan Indonesia). Pemerintah dan MPRS melakukan upaya untuk memperbaiki organisasi kepramukaan Indonesia pada tahun 1960.

Presiden Soekarno kemudian menindaklanjuti upaya tersebut dengan mengumpulkan para tokoh gerakan kepramukaan pada 9 Maret 1961. Pada kesempatan tersebut, Soekarno melebur seluruh organisasi kepramukaan pada saat itu menjadi satu dengan nama Pramuka. Panitia Pramuka yang dibentuk pada saat itu terdiri dari Sultan Hamengkubuwono XI, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi. Peristiwa tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Hasil kerja dari panitia tersebut adalah keluarnya lampiran keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 pada 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka yang kemudian diperingati sebagai Hari permulaan Tahun kerja. Seluruh tokoh kepanduan Indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan gerakan Pramuka pada 30 Juli 1961 di Istora Senayan.

Hari bersejarah diperingati sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Pada Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional) pada 14 Agustus 1961, dilakukan penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh pramuka. Mapinas yang diketuai oleh Presiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono XI dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis tersebut bertujuan untuk memperkenalkan gerakan Pramuka kepada Masyarakat. Peristiwa tersebut dikenal sebagai hari lahir Pramuka Indonesia yang diperingati hingga saat ini.

KEPANDUAN CEPU

Sejarah kepanduan di kota Cepu, telah ada sejak jaman Hindia Belanda, dimana BPM membuat kegiatan pembentukan Kepandoean yang berada di Cepu, sejak tahun 1930

Persiapan Kepandoean telah diagendakan dengan membangun gedung kepanduan di Soos Sasonosuko Cepu. Gedung baru tersebut sebagai pusat kegiatan kepandoean pada waktu itu. Tercatat dalam sejarah, kegiatan kepandoean yang di prakarsai oleh Letjen purn. Powell ini masih Eklusif hanya masyarakat Eropa. Pribumi belum diikutkan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan kepanduan yang di pimpin oleh Tuan Ranneft, Komisaris Utama dari Asosiasi Pramuka N.I. ( Hindia Belanda ) memberi petunjuk untuk segera membentuk kepandoean di Cepu, dan menunjuk Mr. Zijderveld, mantan pemimpin di Cheribon dan Bandung sebagai pimpinan kepanduan Cepu.

Selang 5 tahun berikutnya, pemerintah Hindia Belanda di bawah naungan BPM yang di pimpin De.J.Prill , membolehkan bergabung kaum bangsawan dan birokrat pemerintah untuk ikut kegiatan kepandoean tersebut.

Gedoeng Kepandoean tersebut sekarang dikenal sebagai Kantor GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN 05.01 & 05. 02. PANGKALAN PUSDIKLAT MIGAS CEPU. Alamat : Sanggar Bhakti Pramuka Pusdiklat Migas Komplek Gedung Sasono Suko Cepu.

Sayang, gedung tersebut telah mengalami perombakan total untuk kegiatan ekonomi yang lain.

Adapun berita pengkabaran kegiatan kepandoean tersebut kami dapatkan dari majalah Hindia Belanda Krantentitel : De Indische courant, Datum : 09-08-1930

Yang terjemahan bebas nya sebagai berikut:

DARI TJEPU.
(Dari koresponden kami). Kepanduan.

Selama beberapa bulan sudah ada rencana di Tjepoe untuk memulai divisi Perhimpunan Pramuka Hindia Belanda.

Karena Tjepoe tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bersantai, pengurus berharap agar orang tua mau bekerja sama, sehingga terciptalah divisi yang subur. Tuan Ranneft, Komisaris Utama dari Asosiasi Pramuka N.I., akan diadakan pada 27 Agustus. untuk memberikan kuliah sambutan dengan cahaya pencerahan di soos, di Tjepoe
tiba.

Kuliah terbuka untuk semua orang.

Kepemimpinan Pramuka, bisa dibayangkan, akan jatuh ke tangan Mr. Zijderveld, mantan pemimpin di Cheribon dan Bandung; untuk gadis-gadis mereka belum memiliki pemimpin dalam organisasi. Satu harapan dengan Pramuka setelah saat berkunjung ke Surabaya.
Kami berharap warga Tjepoe dapat memberikan bantuan dan simpatinya kepada seksi ini.

Soos Baru.

B.P.M. Soos baru akan dibuka secara meriah pada tanggal 23 Agustus. Bangunan terlihat rapi. Pengurus baru yang baru ditunjuk akan berusaha keras untuk membuat hari ini menjadi hari yang tak terlupakan bagi anggota dan pengunjung. Kami menginginkan sesuatu
katakan, tentu saja tidak semuanya, karena itu harus tetap menjadi kejutan:
“Ansambel Tjepoe” akan menampilkan komedi dalam 3 babak, berjudul:
“Millionaire melawan keinginan dan terima kasih”. Malam hari tentunya akan ditutup dengan sebuah permainan bola, dll.

Artikel asli nya sebagai berikut:

UIT TJEPOE.
(Van onzen correspondent). Padvinderij.

Reeds eenige maanden bestond te Tjepoe het plan om tot oprichting eener afdeeling der Nederlandsch-Indische Padvinders-vereeniging over te gaan.
Daar Tjepoe geen enkele gelegenheid biedt tot ontspanning van de kinderen, hoopt ‘t bestuur, dat de ouders zullen meewerken, zoodat een bloeiende afdeeling ontstaat.
De heer Ranneft, hoofdcommissaris der
N. I. Padvinders-vereeniging, zal 27 Aug.
voor het houden van een lezing met lichtbeelden in de soos, te Tjepoe arriveeren.

De lezing is voor iedereen toegankelijk.

De leiding der padvinders zal, zoo stelt men zich voor, in handen komen van den heer Zijderveld, vroeger leider te Cheribon en Bandoeng; voor de meisjes heeft men nog geen leidster op ‘t oog. Men hoopt met de padvinders na een tijdje Soerabaia te bezoeken. Wij hopen, dat Tjepoe’s burgers hun hulp en sympathie aan deze afdeeling zullen schenken.

De nieuwe s.oos.

Den 23en Augustus zal de nieuwe B.P.M.-soo.s feestelijk worden geopend. Het gebouw ziet er keurig uit. Door het pas opgetreden nieuwe bestuur zullen kosten noch moeite worden gespaard om dezen dag een onvergetelijken voor de leden en bezoekers te maken. Wij willen wel iets vertellen, natuurlijk niet alles, want ‘t moet een verrassing blijven:
Het „Tjepoe-ensemble” zal een blijspel in 3 bedrijven opvoeren, getiteld: „Millionnair tegen wil en dank”. De avond zal natuurlijk besloten worden met een bal, etc.


Dari artikel diatas, menunjukkan kegiatan kepandoean Tjepoe resmi diadakan. Seiring waktu berjalan, sebagaimana kepandoean telah menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia.

Gerakan kemerdekaan dan paska kemerdekaan membuat kepanduan mati suri. Baik dari pemerintah Hindia Belanda maupun kepandoean kaum pribumi.

Seiring diresmikan Pramuka di tahun 1961 oleh presiden Soekarno, maka di Cepu sendiri juga mengikuti kepandoean tersebut. Beriringan berdirinya sekolah di STM Migas, SMA Negri 1, STEM Migas , SMP Negeri 1 Cepu ditahun pertengahan 1960 an, membuat kepandoean- Pramuka marak tumbuh bersemi di Cepu.

Pramuka menjadi pelajaran extrakulikuler wajib di tahun 1970an di Cepu. Baik sekolah jenjang SD, SMP, SMA wajib mengikuti kegiatan kepramukaan tersebut. Kejayaan Pramuka kuat di masa pemerintahan Soeharto dan mulai redup di masa reformasi, dan kegiatan kepramukaan hanya menjadi mata pelajaran pilihan.

Lalu, siapakah tokoh pergerakan kepandoean di Cepu dari masa ke masa?, Kami mencoba menghimpun tokoh-tokoh sebagai penggerak Pramuka di Cepu seperti :

Alm Kak Nasroen, Kak Eko, Alm KaK Warno, Kak Sakino beserta ibu, Kak. Susilo utomo, Kak Irsal, Kak Eko patra, Kak Pandu, Kak Bina, kak Yon, Kak Dadang , Kak Sulis, Kak Joko, Kak Budi, Kak Mud, Kak Irwan, Kak Priyadi , Kak Supriyadi Tksk

Dan selanjutnya ada Kak Raden mas irwan, Kak Dodik Duren, Kak Mila, Kak Budi cino mp, Kak Pono, Kak Eni pinguin, Kak Erwin, Kak Soetiknow, Kak Wendy, Kak Romy dan masih banyak lagi. ( Tolong dilengkapi ya 🙏 )

Yang semua kegiatan kepramukaan Cepu terpusat di Gedoeng Societeit Soos Sasonosuko Cepu, Sanggar Bhakti Pramuka Pusdiklat Migas Cepu yang dibangun pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1930. Kegiatan kepramukaan di Cepu banyak mengirimkan delegasi Regu Pramuka dalam berbagai kegiatan dan menghasilkan kemenangan kejuaraan baik tingkat kabupaten, propinsi bahkan tingkat nasional.

Anda Pembina Pramuka Cepu.?
Salam Pramuka.!
Semoga bermanfaat

Sumber :

  • Wikipedia , Sejarah Pramuka Indonesia

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts