Sunday, February 25, 2024
HomeUMKMOJK: Pengembangan Ekonomi Syariah dan UMKM Terus Dongkrak Pemulihan Ekonomi di Sumut
spot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist


OJK: Pengembangan Ekonomi Syariah dan UMKM Terus Dongkrak Pemulihan Ekonomi di Sumut

globalcybernews.com-Berastagi I Kondisi sektor jasa keuangan di Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan kinerja yang meningkat di segala sektor hingga di penghujung tahun 2023. Dari sektor perbankan, tercatat fungsi intermediasi berjalan stabil dengan pertumbuhan kredit pada Oktober 2023 tumbuh 8,99% yoy dan DPK tumbuh sebesar 3,43% yoy.

“Secara umum, stabilitas sektor jasa keuangan Sumatera Utara, yang terdiri dari 109 entitas Perbankan, 84 entitas Pasar Modal, dan 180 entitas IKNB, pada posisi Oktober 2023 memperlihatkan perkembangan yang baik sehingga dapat terus berperan besar dalam mendorong pemulihan ekonomi provinsi, khususnya pada kinerja intermediasi perbankan yang secara stabil bertumbuh positif,” kata Deputi Direktur LJK 2 dari OJK Sumut, Anton Purba pada hari pertama Media Gathering yang berlangsung di Mikie Holiday Kabupaten Karo, Sumut, Kamis (7/12/2023) dan berakhir pada Jumat, (8/12/2023).

Anton saat itu didampingi Analis Senior pengawasan perilaku PUJK, edukasi, dan perlindungan konsumen, Reza Leonhard Osenta Mayda serta Pengawas Senior Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Bone Quary.

Menurut Anton, salah satu yang tercatat pada OJK dalam mendongkrak pemulihan ekonomi nasional, terutama di Sumut adalah peningkatan penyaluran kredit dan dukungan finansial terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi aspek penting bukan hanya dalam mendukung pemulihan ekonomi namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat bahwa sektor UMKM menyerap 97% tenaga kerja secara nasional (menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tahun 2020).

“Hal tersebut juga yang menjadi salah satu dasar bagi OJK dalam menempatkan UMKM sebagai salah satu kategori usaha berkelanjutan, sesuai POJK Keuangan Berkelanjutan (POJK No. 51/POJK. 03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik,” ucap Anton.
Sebagai informasi singkat, lanjutnya, keuangan Berkelanjutan adalah dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Anton mengakui, sejak pandemi covid-19 terjadi, sektor UMKM mengalami penurunan kinerja hingga Desember 2020 yang menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran secara masif. Dan akhirnya di awal tahun 2021, kredit bank umum kepada UMKM mulai meningkat dan terus bertumbuh pesat hingga tahun 2023.
“Hal ini terlihat dari share kredit UMKM terhadap total kredit bank umum yang terus meningkat setiap tahunnya, mulai dari 26,80% pada tahun 2020, 31,07% pada tahun 2021, dan sebesar 30,51% pada Oktober 2023. Adapun angka tersebut sudah melebihi angka 30% yang merupakan target share kredit UMKM nasional yang ditetapkan oleh presiden RI,” kata Anton.
Lebih jauh Anton menyebutkan, peningkatkan share kredit UMKM tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang terus bertumbuh dengan pesat, dimana per Oktober 2023 tercatat pertumbuhan sebesar 12,45% yoy.
“Lapangan usaha yang menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit UMKM adalah perdagangan dengan porsi sebesar 45,59 persen, diikuti dengan pertanian dan industri pengolahan,” ujarnya.
Selain itu, sebut Anton, untuk perbankan syariah di Sumut yang terdiri dari 7 bank umum syariah dan 8 unit usaha syariah terus menunjukkan peningkatan yang baik. Kata Anton, Oktober 2023, terpantau aset bank syariah di Sumut mencapai Rp22,83 triliun dengan pertumbuhan sebesar 12,54 persen secara yoy.

Nominal tersebut mewakili 6,70 persen dari total aset bank umum di Sumut, meningkat dibanding bulan akir tahun 2022, yaitu sebesar 6,43 persen. “Peningkatan nilai aset ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah di Sumatera Utara,” katanya . Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul di bank syariah juga mengalami peningkatan. “Per Maret 2023, total DPK di bank syariah mencapai Rp18,81 triliun, bertumbuh sebesar 3,20 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya .(r//pl)

Red

Latest Posts