
globalcybernews.com -Siapa sangka buah yang bentuknya unik ini ternyata buah jeruk. Sebab kendati warna dan karakter kulitnya sama seperti jeruk pada umumnya, jeruk ini memiliki bentuk seperti tangan manusia yang berjari, serta ukurannya lebih besar dibanding jeruk pada umumnya.
Jeruk yang memiliki nama ‘Fingered Citron’ ini biasa juga disebut sebagai ‘Jeruk Jari Buddha’ atau ‘Jeruk Cakar Harimau,’ karena bentuknya yang menyerupai jari. Sedangkan nama ilmiahnya citrus medica var sarcodactylis.
Berasal dari Asia dan cukup populer di Asia Timur seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok. Namun meski populer di Asia Timur, ternyata si jari kuning ini berasal dari India. Sekitar abad ke-4, pohon Jeruk Jari Buddha ini dibawa oleh para biksu Buddha dari India ke Tiongkok.
Saat ini Jeruk Jari Buddha sudah dikenal luas di hingga berbagai penjuru dunia. Di Amerika Serikat, jeruk varian ini mulai familiar sekitar abad ke-19 yang diperkenalkan oleh orang Jepang. Sedangkan di Indonesia walau belum populer, namun sudah tersedia bibitnya.
Jeruk Jari Buddha dianggap sebagai simbol keberuntungan. Dikutip melalui laman Specialty Produce, jeruk ini pun dikenal dengan sebutan bushukan di Jepang, dan kerap dijadikan sebagai hadiah masyarakat Jepang pada saat tahun baru karena diyakini memberi keberuntungan pada setiap rumah tangga.
Sedangkan di Tiongkok, dikenal dengan fo-shou yang melambangkan kebahagiaan dan umur panjang. Jangan heran bila Jeruk Jari Buddha sering digunakan sebagai pajangan di area rumah atau kuil ibu kota Beijing.
Jeruk ini dapat diolah menjadi beragam rupa yang disesuaikan dengan kebutuhan para penikmatnya. Banyak orang yang mengolahnya menjadi manisan, selai, salad, permen, sirop untuk koktail, hingga bumbu dapur. Menariknya lagi, aroma wangi dari Jeruk Jari Buddha dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan.
Jeruk ini memiliki beragam manfaat seperti mengatasi gangguan pencernaan, mengurangi peradangan, membantu mengatasi masalah seputar menstruasi, menurunkan tekanan darah, solusi penyakit pernapasan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti dikutip melalui laman Healthy Skin Me.
“Bagi yang tertarik budidaya, tentu istimewa untuk dijadikan penghias pekarang rumah. Terlebih bentuk pohonnya yang kecil, tidak memakan tempat. Menariknya, meski tampilan dan namanya sangar, tanaman ini tidak suka musim dingin, tapi lebih cocok tumbuh di cuaca yang kering seperti halnya di Indonesia.”
Red