Friday, May 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalOknum KPLP Narkotika Raya Simalungun Diduga Berupaya Deponir Kasus...
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Oknum KPLP Narkotika Raya Simalungun Diduga Berupaya Deponir Kasus Berita Narkoba

globalcybernews.com-Simalungun I Oknum Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Narkotika Kelas.IIA Pematang Raya, Jalan. Pemasyarakatan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Ucok Sinabang menjambangi salah satu media cetak di Jalan.Dahlia kota Pematang Siantar,Sabtu (13/1/2024) siang.

Kedatangan Ucok oknum penting di Lapas Narkotika Raya, siang itu menanyakan pada Kepala Perwakilan media cetak terbitan Jakarta, apa salah mereka hingga dimuat berita masalah geliat peredaran-penjualan Sabu-Sabu di dalam Lapas tersebut, kepada sesama Napi sebagaimana telah di ekspos pekan lalu.

“Apanya salah kami tulang !?, tanya Ucok saat itu, namun dia tidak membantah isi berita tersebut.

Bahkan pada pertemuan yang terkesan familiar itu dia mengatakan sangat heran melihat situasi- kondisi di Lapas Raya ketika pertama kali datang lebih kurang setahun yang lalu dari Lapas Siborong borong.

“Di Lapas Siborong-borong pun saya juga sudah KPLP.Tapi disana tak ada seperti disini”, cetus Ucok, mengaku heran saat itu .Apa tujuan makna ucapannya itu, kurang jelas diketahui.
Pembicaraan yang kadang “ditingkahi” dengan bahasa daerah Tapanuli Utara itu, sebagaimana dikatakannya bahwa Lapas Raya adalah satu- satunya mata pencaharian kehidupannya. “Holan ondo Tataring nami”, ucapnya dengan wajah sendu memelas.

“Borumupe ibu rumah tangga do di Medan. Natua-tuai holan marjualando”, terang Ucok. Kurang diketahui dengan jelas apa tujuannya dengan nada bagai menghibah itu.

Kemudian dia (Ucok) menawarkan apa yang bisa mereka bantu untuk semakin lebih memajukan media tersebut. Karena menurut Ucok Sinabang kedatangannya Sabtu siang itu juga adalah utusan Kalapas, Robinson Perangin-angin.

Pertemuan yang berlangsung cukup lama, berakhir sekitar jam.15.45 Wib nyaris mencapai 2 (dua) jam lamanya.Dari awal datangnya Ucok Sinabang sampai akhir pertemuan tersimpan dalam rekaman” Suara- suara halus” untuk kenang-kenangan.

Sebelum pulang Ucok Sinabang berupaya keras memasukkan ‘segepok uang” pecahan Rp.100 ribu ke dalam saku (kantong) Kepala Perwakilan yang diambilnya dari dalam tas nya, tapi ditolak dan dikembalikan Ka.Perwakilan.

Jika dilihat dari jauh, terkesan dipaksakan agar menerimanya, namun “PR” tetap menolaknya sebagaimana terlihat pada foto rekaman seutuhnya. “Lebih sakit memberi tapi ditolak, dari pada meminta tapi tidak diberi’, cetus Ucok Sinabang dengan nada sendu berbaur kesal.

Sementara sumber dalam (akurat) menjelaskan kembali bahwa, dugaan dua Napi sebagai bandar Sabu dengan nama panggilan Ben sebenarnya aslinya adalah Knpn, sedangkan Bad nama aslinya Afrnsah penghuni sel/ kamar Pattimura 5.

Bagaimana semarak riuhnya geliat Narkoba. terutama jenis Sabu-sabu di Lapas Narkotika Pematang Raya, Simalungun , lebih lanjut akan dijajaki. (tim globalcybernews).

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts