Monday, July 22, 2024
spot_img
HomeOpiniJacob Ereste :Anti Islamophobia Di Indonesia Perlu Menjadi Perhatian Bersama Untuk Membangun...
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Jacob Ereste :Anti Islamophobia Di Indonesia Perlu Menjadi Perhatian Bersama Untuk Membangun Dan Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama

globalcybernews.com  -Acara podcast mingguan bersamaan pelaksanaan pertemuan rutin tiap bulan Aspirasi Emak-emak Indonesia di Posko Aspirasi Jl. Pati No. 26, Menteng, Jakarta Pusat, 5 Juli 2024.

Tampil sebagai nsra sumber Dokter ahli Narkoba,Fardinan Rabain, Wati Imhar Burhanudin dan Romo Benny Soesatyo yang dimoderatori oleh Benz jono Sastranegara.

Wati Imhar Burhanudin menyambut acara podcast ini Posko Aspirasi Indonesia menggaungkan 15 Maret (2022) masuk dalam kalender nasional dan hari libur nasional di Indonesia.

Peringatan secara Nasional dan hari libur Nasional bagi Indonesia perlu digaungkan, agar Anti Islamophobia mendapat perhatian dari semua pihak, untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia, agar tidak kembali terulang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya.

Romo Benny Soesatyo mengungkapkan Anti Islamophobia beranjak dari gerakan perubahan politik internasional. Karena itu, bagi Indonesia yang menganut Pancasila bagaimana mengimplementasikan dalam kehidupan nyata di Indonesia.

Perubahan politik internasional perlu kita sambut dengan membangun dunia yang baru bersama Islam membangun peradaban dunia. Dan Indonesia harus menjadi contoh sebagai panutan Islam di dunia, tandasnya Benny Soesatyo.

Islam di Indonesia bisa hidup berdampingan dengan umat beragama lain, tanpa harus merasa terganggu. Itulah maknanya lakum dinukum wali Add-in, kata Ferdinan Rabain.

Romo Benny melihat pengakuan sejumlah negara Eropa terhadap Negara dan bangsa Palestina menunjukkan fenomena perubahan persepsi politik global tengah berubah menuju kebersamaan yang lebih baik, imbuh Romo Benny Soesatyo.

Harapan ke depan missi keagamaan di Indonesia semakin mengedepankan nilai-nilai luhur kemanusiaan, kata Romo Benny Soesatyo.

Menggaungkan 15 Maret (2022) untuk dapat disahkan menjadi hari libur nasional di Indonesia dasarnya adalah resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang menegaskan bahwa Inti Islamophobia tidak lagi boleh terjadi di dunia — utamanya di Indonesia –karena itu, menurut Wati Imhar Burhanudin resolusi PBB itu perlu terus diperingati setiap tahun dan dijadikan hari libur nasional di Indonesia.

Islam itu diturunkan ke dunia membawa Rahmat dan tuntunan bagi manusia, kata Romo Benny Soesatyo menutup acara

Karena itu toleransi antar umat beragama di Indonesia perlu dijaga dan digaungkan secara bersama seluruh umat beragama di Indonesia, tandas Wati Imhar Burhanudin menutup acara podcast yang berlangsung hingga menjelang sholat asar dan dihadiri sejumlah anggota Aspirasi dan tamu undangan sambil menyantap bakso gurih produk Emak-emak Aspirasi sendiri.

Menteng,  7  Juli 2024

Red

Latest Posts