
Oleh: Saiful Huda Ems.
GlobalCyberNews.Com –Ikan busuk dimulai dari kepalanya, politisi-politisi jadi busuk dimulai dari pemimpinnya. Kasihan bangsa yang dipimpin oleh Presiden Nggedabrus dan yang tunduk pada kemauan mantan Presiden Rakus !.
Perlawanan mahasiswa tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jakarta hingga luar Jawa, nyaris tiap hari tanpa henti. Meskipun stasiun-stasiun TV jarang memberitakannya. Bukannya hal seperti itu dijadikan renungan, melainkan pemerintah malah sibuk menuduh gerekan mereka ditunggangi. Basi !…
Para pendukung Presiden Nggedabrus dan mantan Presiden Rakus yang malas berpikirpun keberatan, dan menuduh mahasiswa itu mengklaim pergerakannya untuk kepentingan rakyat. Padahal jika mereka mau berpikir rasional, mahasiswa itu juga rakyat yang sesungguhnya ! Jadi bagaimana bisa mahasiswa tidak boleh menyebut pergerakannya untuk kepentingan rakyat?!
Bukankah dirinya, orang tuanya, saudaranya mahasiswa dll.nya itu juga rakyat ?!. Berpikirlah, jangan gadaikan idealisme pemikiranmu pada tempat Penggadaian Ideologi yang sekarang berada di Solo ! Ia sudah menjadi Sampah Sejarah ! Monster penghancur harapan rakyat kecil Indonesia yang tertindas !.
Presiden Nggedabrus berkali-kali menyindir rakyat yang mengkritisinya telah terhasut atau digunakan oleh kepentingan asing, sedangkan dirinya sendiri malah sangat sering menggunakan orang asing sebagai konsultan politiknya, sebagai penasihat ekonominya dll. Apakah kepikunan sudah menghinggapi Pak Tua?.
Maka pesanku; teruskanlah perjuangan kalian, adik-adik mahasiswaku. Jadilah agen perubahan (agent of change) yang memiliki kekuatan moral (moral force). Jangan gunakan pendekatan kekerasan (violent approach) yang biasa aparat lakukan, namun kedepankan intelektual dan militansi juang (intellectual and militant activism), untuk membongkar apa-apa yang selama ini mereka sembunyikan.
Kalian boleh marah pada penguasa, namun jangan pernah mau dibenturkan dengan personil-personil TNI/POLRI, sebab merekapun anak-anak bangsa yang memiliki keluarga dan persoalan hidup seperti kalian. Ajak mereka berdiskusi yang baik, dan pastikan mereka bersedia mengawal perjuangan kalian untuk melawan ketidak adilan !.
Mungkinkah? Sangat mungkin, karena kami pernah melakukannya dan berhasil. Jika kalian gagal melobi mereka untuk mendukung perjuangan kalian, ya biarkan saja, tidak perlu putus asa, teruslah saja berjuang dengan kekuatan moral !.
Akhirul kalam, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Minal Aidin Wal Fa’izin. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏 Merdeka !…✊️ Adili Jokowi atau Revolusi !… ✊️
(SHE)
29 Maret 2025.
Red