
Global Cyber News.Com. -Acara safari keliling bersama sahabat dan kerabat spiritual GMRI (Gerakab Moral Rekonsiliadi Indonedia) pada hari Jum’at, 28 Novemver 2005, udai sjolat ashar Jendral Benny Iskandar Hasibuan ikut bergabung bersama sahabat dan ketabat spiritual yang berkumpul di Guest House Arjuna, Yogyakarta hingga tengah malam.
Acara makan bersama mahasiswa di Rumah Makan Pawon Tempuran, Yogyakarta dengan menu Rahang Rahang Tuna Speciality — Grilled Tuna Jaw’s seasoning, served with seasoned spring union bersama rombongan mahasiswa UGM yang dikomando oleh Nissa, mahasiswa S2 Hukum Laut Internasional. Usai acara makan malam, diskusi berlanjut di Guest House Arjuna mulai dari soal masalah spiritual, hingga soal tambang dan reformasi Polri yang dianjurkan balik kepada tabiat asalnya, “mulia” bahwa Polri sebagi pelayan masyarakat, ujar Guntur Tjahyo.
Ada Meli, Budi, Roni, Momok, Wawan Subenu, Joyo Yudhantoro, Wowok Prastowo, dan Sri Eko Sriyanto Galgendu sendiri bersama Guntur Tjahyo sebagai derigen dari pertemuan besar dari musyawarah kecil yang merumuskan masalah besar, tak hanya sebatas internal sifatnya, tapi juga meliputi wilayah eksternal. Tapi jauh sebelumnya, saat sarapan pagi acara telah diawali dengan nostalgia makan lotek khas Yogyakarta yang menikmati, sebagai makanan pavorit mahasiswa tahun 1990-an dulu, ketika Yogyakarta masih menikmati budaya naik sepeda sebagai kebdaraan andalan 45 tahun silam itu.
Acara diskusi pun masih terus berlanjut sambil melahap buah klengkeng dari kebun sendiri yang dikelola Guntur Thahya dan komunitas petani setempat. Sahabat dan kerabat spiritual yang datang ikut bergabung dari berbagai tempat dan daerah sempat masih juga kebagian untuk menikmati buah kelengkeng disela pembahasan “Kitab MA HA IS MA YA” yang telah mampu menemukan semacam titik temunya, seperti yang telah disepakati bersama Nbah Digdo saat rombongan sahabat dan kerabat spiritual GMRI berada di Gunung Kidul.
Hasil diskusi sahabat dan kerabat spiritual GMRI hari ke-3 di Yogyakarta semakin gayeng dan paripurna menyalakan cahaya penerang jagat untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik dan lebih membahagiakan.
Yogyakarta, 29 November 2025
Red








