
Global Cyber News.Com. –Medan I Kita mendapatkan peringatan dari Allah SWT bahwa mengakhiri 2025 dengan bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) pada medio November sampai Desember 2025 dan sampai sekarang belum pulih. Tentu hal itu tidak harus menjadikan kita terpuruk.
“Justru sebaliknya bencana itu bisa membuat kita bangkit dan mudah-mudahan bisa lebih maju ke depan,” kata Anggota DPD RI, K.H.Muhammad Nuh pada wartawan di kediamannya Medan baru-baru ini.
Ia mengakui bahwa disamping takdir Yang Maha Kuasa, terjadinya bencana, pasti ada factor kemanusiaan diantaranya kerusakan hutan, pengelolaan tambang dan lainnya.
“Namun yang cukup menjadi perhatian kita adalah ternyata kita belum berhasil membangun manajemen krisis. Padahal pengalaman tsunami di Provinsi Aceh pada tahun 2004 lalu kan sangat berarti ketika pemerintahan kita lumpuh waktu itu. Sehingga kita tidak bisa cepat untuk melakukan bangkit kembali,” ujarnya.
Untungnya, lanjut KH.M.Nuh, saudara-saudara kita di berbagai daerah dan wilayah ikut menjadi relawan. Mestinya, pemerintah kita, terutama Pemerintah daerah itu jangan mentok sampai begitu.
“Artinya begitu bencana itu terjadi, kita harus segera melakukan sesuatu yag bermanfaat bagi korban bencana banjir dan longsor. Saya pikir anak-anak bangsa ini juga banyak yang punya pengalaman,” katanya seraya mengambahkan bahwa jangan hanya pemerintah saja yang melakukan pendekatan-pendekatan itu secara struktural. Aritnya kita menganggap pemerintah itu sudah cukuplah.
Disebutkan, bahwa kita banyak mempunyai tokoh-tokoh dan warga masyarakat kita itu yang punya banyak pengalaman, ya punya perhatian, punya kontribusi, dan partisipasi.
Di satu sisi, sambung KH.M.Nuh, kita memang punya harapan. Tapi kita telah di warrning mendapatkan peringatan dari Yang Maha Kuasa Tuhan dan yang sebagian adalah akibat dari perbuatan dari manusia.
“Yang sangat kita dorong, agar Pemda, terutama, janganlah terlaku gampang mentok, tap harus punya manajemen krisis, dalam kobndisi sulit, apa yang bisa dilakukan. Sehingga warga bangkit bersama-sama dengan cepat,” ucapnya.
Apakah semua itu karena tidak dikumandangkannya bencana nasional. Saya pikir itu hanya salah satu saja. Itu kan Aceh, bukan hebat kali setelah bencana nasional apa bisa selesai semua.
“Intinya kita harus bersama-sama bangkit, baik pemda, masyarakat dan rakyat Indonesia bergandengan tangan, semua pasti bisa bangkit,” sebutnya.
KH.M.Nuh juga tidak cenderung perdebatan bencana nasional atau tidak nasioal itu dibesar-besarkan. Tapi bagaimaana kita bisa bangkit. Saya yakin, bisa dan mampu. Percuma kita belajar di pendidikan tinggi dan lainnya tapi tidak bisa berbuat. “Itu saya pikir sayang sekali,” tandasnya. (d/l)
Red








