
Global Cyber News.Com. –Batam Kepri I Meskipun perekonomian domestik dan global masih dibayangi dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi dan perubahan iklim seperti kemarau panjang, namun kinerja sektor jasa keuangan di Sumatera Utara (Sumut) dewasa ini masih tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
“Bahkan tahun ini juga terjadi diluar dugaan, dimana perbankan di Sumut mulai agresif mendukung transisi energi hijau melalui pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor listrik (EV) dengan total pembiayaan di 4 bank umum mencapai Rp.217,5 miliar. Sedangkan total kredit kepemilikan EV dari bank sekitar Rp.2, 9 triliun atau 7,36 % porsi pembiayaan EV,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut, Khoirul Muttaqien pada Media Gathering OJK di Hotel Swiss-Bel Internasional Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Kamis (30/4/2026).
Saat itu Khoirul didampingi Direktur Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumut, Yusri, serta Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar. Media gathering yang digelar 29 April hingga 1 Mei 2026 ini turut dihadiri Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danan Jaya.
Menurut Khoirul Muttaqien, secara umum, pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2025 mengalami perlambatan dibandingkan 2024. Karena saat itu ada pendorong peningkatan ekonomi dengan diselengarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON). Sedangkan pada 2025, terjadi penurunan ekonomi akibat bencana alam di Sumut.
Diakuinya, bahwa kinerja perbankan di Sumut masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), serta kredit yang tetap terjaga. Selain itu ia juga membentangkan perkembangan kinerja bank umum, fintech peer to peer lending dan lainnya. .
“OJK juga terus mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi. Hingga Maret 2026, kegiatan edukasi keuangan telah menjangkau lebih dari 5.800 peserta dari berbagai kalangan, termasuk ASN, pelajar, serta aparat TNI/Polri,” ucap Khoirul Muttaqien.
Ke depan, lanjutnya, OJK berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dapat terus bersinergi dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
“
Saya juga mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi peran aktif media yang selama ini turut mendukung penyebaran informasi sektor jasa keuangan kepada masyarakat,” ucapnya.
Lebih jauh Khoirul Muttaqien menyebutkan bahwa terkait pengaduan konsumen Sumut pada triwulan I 2026 dari 1 Januari – 31 Maret 2026, didominasi oleh perbankan dan fintech dengan total 796 pengaduan dengan sorotan kritis pada tingginya keluhan terkait perilaku petugas penagihan dan isu Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Total pengaduan berasal dari sector Industri Keuangan Non Bank (IKNB) sebanyak 53,4 % atau 425 layanan.
Total pengaduan itu, lanjutnya, terdiri dari perbankan 368, fintech/P2P Lending sebanyak 201, perusahaan pembiayaan 147 dan lainnya 80 pengaduan. Sedangkan jenis permasalahan menyangkut perilaku petugas penagihan sebanyak 178, SLIK 123, permintaan buka blokir 117, Restruktursasi kredit 86 dan persoalan klaim 70 kasus.
Pada kesempatan itu Khoirul Muttaqien kembali menghimbau masyarakat agar ekstra hati-hati dengan tawaran oknum-oknum mengatasnamakan dari investasi, fintech dan pinjol ilegal di media sosial (medsos) yang menjanjikan keuntungan besar, tawaran mediasi terkena penipuan (scam) dan hilangnya uang di bank secara tiba-tiba.
“Saat ini tidak sedikit yang menjadi korban penipuan dengan menelan jumlah uang puluhan juta bahkan sampai miliaran rupiah. Hati-hatilah karena penipuan itu sekarang serba canggih, salah satunya mengunakan teknologi Artificial Intelegence (AI),” pungkasnya. (red)
Red









