
GlobalCyberNews.Com. -Setiap langkah dalam menghimpun penerimaan negara harus dilandasi kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas. Pajak bukan sekadar angka, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Amanah itu sendiri adalah doa, yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara (Sumut) I di bawah kepemimpinan Bapak Belis Siswanto menegaskan hal itu saat menerima audiensi Pensiunan pajak dan Konsultan Pajak didalam Gedung DJP Sumut I Medan, Selasa,, (5/6/2026)
Menurut Belis Siswanto, kepatuhan wajib pajak adalah pilar utama penerimaan negara. Melaporkan SPT tepat waktu, membayar pajak sesuai ketentuan, dan menyajikan laporan keuangan dengan benar adalah bentuk nyata kontribusi masyarakat terhadap pembangunan. Pajak adalah gotong royong, di mana setiap warga negara berperan aktif menjaga keberlangsungan bangsa.
Lebih jauh Belis Siswanto menyatakan bahwa kesadaran pajak tumbuh melalui edukasi yang berkelanjutan. Jadi untuk membangkitkan kesadaran pajak, maka Kanwil DJP Sumut I dengan ini membuka komunikasi dengan berbagai pihak antara lain sebagai mitra strategis dalam memberikan pemahaman teknis.
Selain itu, lanjutnya, Pensiunan Pajak, yang membawa pengalaman dan kearifan untuk membimbing generasi penerus dan Stakeholder, baik dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat sipil, yang turut menyebarkan literasi pajak.
“Sinergi ini menciptakan ekosistem edukasi inklusif, di mana setiap pihak berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan wajib pajak.” kata Belis Siswanto.
MERAH PUTIH DALAM JIWA
Dalam semangat Merah Putih,Budiman SE, Direktur Jaya Sukses Konsultan sekaligus Ketua Humas AKP2I Kota Medan SUMUT, bersama jajaran konsultan pajak dan senior pensiunan pajak August Hendra Simatupang, dan Riswan, tetap kompak mengedukasi masyarakat agar taat memenuhi kewajiban perpajakan.
Mereka menegaskan bahwa Pajak adalah amanah, bukan sekadar kewajiban administratif. Amanah adalah doa, yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan, Kepatuhan pajak adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual, bukan hanya kewajiban hukum.
“Dengan jiwa Merah Putih, mereka mengajak masyarakat untuk melihat pajak sebagai bagian dari perjuangan bangsa, demi mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera,” ucap Budiman, SE.
Semua langkah ini, lanjut Budiman bermuara pada Tujuan Merah Putih: menghimpun penerimaan negara demi menjaga kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan bangsa. Pajak adalah darah yang mengalir dalam tubuh negara, menopang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program sosial.
Dengan integritas, kepatuhan, kerjasama, dan pengetahuan, Bapak Belis Siswanto, Ka.Kanwil DJP Sumut I, Budiman SE, AKP2I Kota Medan, serta pensiunan pajak Agust Hendra Simatupang dengan Riswan menetapkan arah yang jelas: menjadikan pajak sebagai instrumen keadilan sosial dan fondasi kokoh bagi Indonesia yang maju.
Disebutkan, komitmen integritas dalam penanganan perpajakan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara DJP, konsultan pajak, pensiunan pajak, dan stakeholder adalah wujud nyata semangat gotong royong modern.
“Dengan Merah Putih dalam jiwa, amanah dalam hati, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita bersama-sama menghimpun penerimaan negara demi Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat,” pungkas Budiman.(r/l)
Red









