
Global Cyber News.Com. –Medan I PETA kekuatan wisata olahraga (sport tourism) di Indonesia mengalami pergeseran instens. Selama ini, Pulau Jawa khususnya Jawa Barat dan Banten selalu menjadi episentrum sekunder setelah Jakarta dalam menggelar ajang berskala internasional.
Namun, data kalender event olahraga tahun 2025 dan Juni 2026 menunjukkan kejutan besar: Sumatera Utara (Sumut) melesat menjadi provinsi paling kompetitif di luar ibukota negara, mengungguli Jawa Barat dan Banten.
Meskipun Jakarta tetap memimpin secara kuantitas berkat infrastruktur stadion metropolitan terbukti dengan suksesnya ajang balap mobil listrik Jakarta E-Prix, Indonesia Open, hingga turnamen e-sports kelas dunia seperti M7 World Championship. Sumut berhasil mencuri panggung nasional lewat portofolio event yang jauh lebih megah dan bervariasi dibanding tetangga Jawanya.
Sumut tampil sangat agresif dengan memaksimalkan potensi alam dan infrastruktur terbarunya. Provinsi yang kini dipimpin Bobby Nasution ini sukses mengamankan hak tuan rumah untuk ajang-ajang prestisius yang diakui secara global.
Melalui ajang bergengsi Trail of The Kings by UTMB yang digelar berturut-turut pada Oktober 2025 dan Juni 2026, Sumut berhasil masuk dalam kalender resmi kompetisi lari gunung paling elite di dunia.
Keindahan Danau Toba kembali mendunia lewat Aquabike Jetski World Championship pada akhir tahun 2025.
Di sektor olahraga terukur, Sumut dipercaya menggelar The 17th South East Asian U18 & U20 Athletics Championships 2025 serta turnamen sepak bola bergengsi, ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 dan Piala Kemerdekaan 2025.
Pencapaian Sumut ini terbilang fantastis karena berhasil meredam dominasi Jawa Barat dan Banten yang biasanya diuntungkan oleh faktor geografis dekat Jakarta.
Sementara itu dalam catatan kalender event, Jawa Barat yang biasanya menjadi kiblat olahraga, terpantau lebih banyak menggelar event berskala regional atau komunitas spesifik pada periode 2025–2026.
Beberapa di antaranya meliputi Special Olympics Southeast Asia 7-a-Side Football, Pangandaran Lifeguard Competition, Cimaja Boardriders Open Pro Surf, serta KRB 200 Ultra.
Meski menarik secara pariwisata, gaung internasionalnya masih kalah masif dibanding ajang sekelas UTMB atau World Championship yang dimiliki Sumut.
Sementara itu, Banten lebih banyak berfokus pada olahraga jalan raya dan kejuaraan undangan, seperti BFI Run 2026, Tangerang Run 10K, Tenis Meja Internasional Gubernur Banten Cup I, dan Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026.
Di saat Jabar dan Banten masih berkutat pada event lari lokal/regional dan kejuaraan terbuka, Sumut sudah melompat jauh dengan menyelenggarakan kualifikasi dunia (UTMB) dan kejuaraan resmi tingkat Asia Tenggara (ASEAN Cup & Atletik SAC).
“Tentu kita sebagai masyarakat Sumatera Utara bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh dunia olahraga nasional maupun internasional yang menempatkan daerah-daerah di Sumut menjadi tuan rumah belasan event olahraga,” kata Anggota DPR RI Dapil Sumut, Ahmad Doli Kurnia, Minggu (14/6/2026).
Politisi Golkar itu juga berharap hal tersebut bisa terus berdampak positif pada peningkatan prestasi olahraga putera-puteri warga Sumatera Utara.
“Kita terus harus punya mimpi suatu saat atlet-atlet asal Sumut juga harus bisa menjadi juara di Cabang-Cabang Olahraga yang dipertandingkan baik pada level nasional maupun internasional,” kata Waketum Partai Golkar tersebut.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah se-Sumatera, dan seluruh stake holder harus memulai berbicara serius untuk membangun sistem pembinaan prestasi olahraga anak-anak Sumut.
“Kami pun sebagai anggota DPR RI asal Sumut pasti mendukung penuh,” tukas Ahmad Doli.(r/pl)
Red









