
Global Cyber News.Com. -Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Petisah, Kamis (25/6). Program ini menjadi langkah awal modernisasi pasar tradisional sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pasar.
Rico Waas mengatakan pasar tradisional harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola belanja masyarakat. Menurutnya, banyak warga mulai beralih ke pasar modern dan platform digital karena dinilai lebih nyaman dan praktis.
“Disrupsi teknologi tidak bisa dibendung. Kita harus beradaptasi agar cara kerja semakin profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Salah satu fokus utama digitalisasi adalah sistem pembayaran kontribusi pedagang yang selama ini dinilai rentan terhadap kebocoran. Melalui kerja sama dengan Bank Mandiri, seluruh pembayaran akan dilakukan secara digital dan langsung masuk ke rekening PUD Pasar.
“Dengan sistem ini tidak ada lagi perantara atau potongan di tengah. Semua transaksi tercatat dan dapat dipantau secara real time setiap hari,” tegas Rico.
Ia menyebut digitalisasi menjadi langkah berani untuk membangun tata kelola pasar yang lebih bersih serta meningkatkan kepercayaan pedagang dan masyarakat.
Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari reformasi tata kelola pasar menuju sistem yang modern, transparan, akuntabel, dan profesional.
Menurut Anggia, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta persaingan dengan ritel modern dan e-commerce.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan agar pasar tradisional tetap memiliki daya saing dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.
Melalui program ini, PUD Pasar menargetkan terciptanya lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Res









