
Global Cyber News.Com. -28 Juni 2026 – Di tengah semakin terbukanya peluang kerja global berbasis digital, profesi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kini menjadi salah satu karier yang paling menjanjikan.
Tidak hanya memberikan kesempatan bekerja secara fleksibel dari rumah, profesi ini juga membuka peluang memperoleh penghasilan dalam mata uang asing melalui pengajaran daring kepada warga negara asing di berbagai belahan dunia.
Fenomena tersebut menjadi fokus utama dalam Webinar Nasional yang sukses diselenggarakan oleh Mimbar Hukum Indonesia (MHI) bekerja sama dengan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Teknologi Sumbawa (Prodi BKI UTS), mengangkat tema yang langsung mencuri perhatian public: “PENGAJARAN BIPA: Raup Cuan Dollar dari Rumah dengan Skill Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Berpotensi Kaya Mendadak”.
Webinar yang berlangsung secara live melalui Zoom Meeting pada Minggu, 28 Juni 2026, menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Zamzam Hariro, Kepala Kantor Bahasa Gorontalo yang juga mantan Kepala Kantor Bahasa NTB serta Pengajar dan Pelatih BIPA selama puluhan tahun, serta Pratiwi Sakti, Dosen Bahasa Inggris Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Teknologi Sumbawa yang telah enam tahun aktif menjadi Pengajar BIPA. Diskusi dipandu oleh moderator Sri Hardining, Alumni Universitas Teknologi Sumbawa.
Direktur Mimbar Hukum Indonesia (MHI), M. Jamil, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa perubahan lanskap dunia kerja telah menjadikan kemampuan bahasa sebagai investasi ekonomi yang sangat bernilai.
“Di tengah pesatnya globalisasi, bahasa tidak lagi sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan telah berubah menjadi aset ekonomi yang mampu membuka peluang karier tanpa batas wilayah.
Kemampuan menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris kini dapat menjadi modal untuk membangun profesi yang fleksibel, bekerja dari rumah, menjangkau peserta didik dari berbagai negara, sekaligus memperoleh penghasilan dalam mata uang asing.
Profesi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) hadir sebagai salah satu peluang ekonomi kreatif yang terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat dunia mempelajari Bahasa Indonesia karena alasan pendidikan, bisnis, investasi, pariwisata, hingga diplomasi,” ujar Jamil.
Menurutnya, meningkatnya posisi strategis Indonesia dalam bidang ekonomi, investasi, pendidikan, serta hubungan internasional telah mendorong semakin banyak warga negara asing yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia secara profesional. Kondisi ini secara langsung menciptakan kebutuhan besar terhadap tenaga Pengajar BIPA yang kompeten dan memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya.
Dalam paparannya, Zamzam Hariro mengungkap bahwa menjadi Pengajar BIPA tidak hanya mengajarkan tata bahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya, karakter, nilai-nilai, serta identitas bangsa Indonesia kepada masyarakat dunia. Pengajar BIPA merupakan Penjaga Martabat Bangsa, hal demikian menggambarkan bahwa peran strategis pengajar BIPA sebagai diplomat bahasa, budaya, dan identitas Indonesia di mata dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Pratiwi Sakti dalam presentasinya menyebutkan bahwa dengan berkembangnya pembelajaran daring, seorang pengajar BIPA bahkan dapat mengajar peserta dari berbagai negara tanpa harus meninggalkan rumah.
Pengajar BIPA daerah memiliki peluang koneksi global, kita hanya perlu keterampilan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, silabus, paket internet, media sosial, waktu, dan pelatihan yang kontinue.
Salahsatu sarana untuk belajar bahasa Inggis, masyarakat dari sabang sampai merauke dapat menimba ilmu di Prodi Bahasa dan Budaya Inggris Universitas Teknologi Sumbawa. Selain ada jalur Reguler, tersedia juga berbagaimacam beasiswa yang bisa diakses oleh masyarakat Indonesia.
Selain membahas strategi menjadi Pengajar BIPA profesional, webinar juga mengulas jalur pengembangan kompetensi, peluang bekerja sama dengan lembaga pendidikan internasional, teknik membangun personal branding sebagai pengajar, hingga potensi memperoleh penghasilan dari kelas privat, institusi pendidikan, maupun platform pembelajaran global.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif dipenuhi berbagai pertanyaan mengenai peluang karier, sertifikasi Pengajar BIPA, strategi memperoleh siswa dari luar negeri, hingga tips membangun kelas daring yang diminati pasar internasional.
Direktur Mimbar Hukum Indonesia berharap kegiatan ini mampu membuka perspektif baru bahwa penguasaan bahasa tidak hanya menghasilkan manfaat akademik, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi yang nyata.
“Generasi muda Indonesia perlu melihat bahwa kemampuan bahasa adalah investasi masa depan. Di era digital, seseorang tidak harus bekerja di luar negeri untuk memperoleh penghasilan internasional. Dengan kompetensi yang tepat, koneksi global, dan kemampuan mengajar, peluang tersebut dapat dibangun dari rumah sendiri,” tutup Jamil.
Satu bahasa dapat menghubungkan dua manusia. Namun, kemampuan mengajarkan bahasa kepada dunia dapat membuka karier tanpa batas, memperkenalkan Indonesia ke panggung internasional, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang menjanjikan bagi generasi masa depan.
Mimbar Hukum Indonesia dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan agenda Pelatihan Jurnalis Hukum dan juga beberapa Webinar Hukum Nasional.
Pada hari Rabu, 1 Juli 2026, akan selenggarakan Webinar Nasional bertema “Prosedur Pemberian Persetujuan Pembangunan Rumah Ibadah di Wilayah DKI Jakarta”, dengan Narasumber Dr. MARJAN MIHARJA, S.H., M.H., CPM. (Dosen dan Wakil Ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Jakarta).
Pada hari Sabtu-Minggu, 4-5 Juli 2026, akan selenggarakan Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi Jurnalis Hukum Indonesia “CILJ Batch 6” dengan gelar non akademik Certified Indonesian Legal Jurnalist (C.ILJ). Semua kegiatan akan diadakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Bagi masyarakat atau peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia melalui Instagram @MimbarHukumIndonesia atau Narahubung / WhatsApp Admin: 081776666123. (*)
Red









