
Global Cyber News.Com. -Tamiang Layang Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur bergerak cepat melakukan groundcheck titik hotspot (HS) yang terdeteksi berdasarkan data satelit NASA-NSPP di wilayah Desa Batuah, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan groundcheck dilaksanakan mulai sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai oleh dua personel Polsek Dusun Tengah bersama Bhabinkamtibmas dan satu orang masyarakat Desa Batuah. Tim bergerak menuju lokasi berdasarkan titik koordinat yang terdeteksi, yakni Latitude -1.70387 dan Longitude 115.19924.
Lokasi hotspot berada sekitar 21 kilometer dari Kantor Polsek Dusun Tengah dengan waktu tempuh kurang lebih 25 menit menggunakan jalur darat. Setelah kendaraan tidak dapat menjangkau titik lokasi, personel kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama kurang lebih lima menit.
Setibanya di lokasi, personel bersama masyarakat langsung melakukan pengecekan kondisi lapangan dan pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Dari hasil pemeriksaan, api utama telah padam, namun masih ditemukan beberapa bagian yang mengeluarkan asap.
Personel Polsek Dusun Tengah bersama masyarakat kemudian melakukan penanganan dengan memadamkan sisa asap dan memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali membesar. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dan penanganan dini untuk mencegah api kembali menjalar ke kawasan lainnya.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 3 hektare. Lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan dan hingga dilakukan pengecekan, pemilik lahan tersebut belum diketahui.
Kapolsek Dusun Tengah IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M., mengatakan bahwa groundcheck dilakukan sebagai tindak lanjut terhadap informasi titik hotspot yang terdeteksi melalui data satelit.
“Setelah menerima informasi adanya titik hotspot, personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Saat tiba di lokasi, api sudah padam, namun masih terdapat beberapa bagian yang mengeluarkan asap dan langsung kami lakukan pemadaman,” ujar IPTU Stefanus.
Menurutnya, penanganan terhadap titik hotspot tidak hanya bertujuan memastikan api benar-benar padam, tetapi juga mencegah munculnya kembali kebakaran akibat bara yang masih tersisa.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api maupun mengetahui kegiatan yang berpotensi menyebabkan kebakaran, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak Kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih pada kondisi yang memungkinkan api dengan mudah menyebar.
Kegiatan groundcheck tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Barito Timur melalui jajaran Polsek untuk melakukan deteksi dini, pemantauan, dan penanganan cepat terhadap setiap informasi hotspot. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak kebakaran serta mencegah meluasnya area yang terbakar.
Dengan respons cepat personel di lapangan dan dukungan masyarakat, titik hotspot di wilayah Desa Batuah berhasil ditangani. Personel memastikan sisa asap yang ditemukan telah dilakukan pemadaman dan kondisi lokasi berada dalam pemantauan.
Polsek Dusun Tengah akan terus meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi Karhutla serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. **Pencegahan sejak dini dan pelaporan cepat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.(Abd)
Red








