
Global Cyber News.Com. –JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Jawa Tengah, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung kerja sama Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) dengan PT John Toys Indonesia sebagai langkah memperkuat keterhubungan perguruan tinggi dengan dunia industri. Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kampus UNPERBA, diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman industri, kesiapan kerja, serta wawasan global mahasiswa dan lulusan UNPERBA. PT John Toys Indonesia sendiri merupakan perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Purbalingga dan memiliki keterhubungan dengan jaringan bisnis John Toys Korea.
“Saya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Perguruan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri agar mahasiswa memahami sejak dini bagaimana standar kerja yang sesungguhnya. Apalagi John Toys merupakan perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor dan beroperasi di Purbalingga. Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa UNPERBA untuk belajar langsung dari lingkungan industri yang terhubung dengan pasar internasional,” ujar Bamsoet dalam sambutannya saat penandatanganan MOU antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia di Kampus Unperba Purbalingga Jawa Tengah secara daring dari Jakarta, Jumat (28/8/26).
Hadir antara lain Rektor UNPERBA Dr. Eming Sudiana, Wakil Rektor Dr. Nastain, President Director PT John Toys Indonesia Jong Hyun Lee dan Direktur Utama PT John Toys Indonesia Park Jae Hyun.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, kerja sama UNPERBA dan PT John Toys Indonesia sangat relevan dengan perkembangan industri manufaktur Indonesia yang semakin terintegrasi dalam rantai pasok dunia. Mahasiswa UNPERBA akan mendapatkan pembelajaran mencakup pengenalan proses manufaktur, quality assurance dan quality control (QA/QC), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ekspor, rantai pasok, produktivitas, standar operasional, hingga standar kualitas internasional yang relevan dengan kegiatan perusahaan. Pengalaman tersebut akan memberi mahasiswa pemahaman bahwa daya saing industri ditentukan oleh banyak faktor sekaligus, mulai dari kualitas sumber daya manusia, efisiensi proses produksi, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap prosedur, hingga kemampuan memenuhi standar pasar dunia.
Kerja sama tersebut juga memberi perhatian besar terhadap pembentukan karakter. Para mahasiswa akan mendapatkan penguatan soft skills, etika kerja, integritas, kepatuhan, anti-fraud dan antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional. Aspek ini dinilai penting karena tantangan dunia kerja modern tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan mesin, memahami proses produksi, atau mencapai target. Perusahaan juga membutuhkan sumber daya manusia yang dapat dipercaya, mampu menjaga kerahasiaan dan kualitas pekerjaan, taat prosedur, memahami risiko, serta memiliki keberanian untuk menolak praktik yang menyimpang. Integritas menjadi semakin penting ketika perusahaan beroperasi dalam rantai pasok internasional yang memiliki standar tata kelola dan kepatuhan semakin ketat.
“Yang kita bangun melalui kerja sama ini adalah ekosistem link and match yang nyata. Industri menyampaikan kebutuhan kompetensinya, perguruan tinggi menyesuaikan proses pembelajaran dan pengalaman praktik, sedangkan mahasiswa mendapatkan kesempatan menguji kemampuan di lapangan. Kalau pola seperti ini diperluas, Purbalingga dapat semakin kuat sebagai daerah penghasil SDM yang siap bekerja untuk pasar nasional maupun internasional,” tutur Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini berharap kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi bagi lahirnya Purbalingga’s Global Talent, yakni generasi muda Purbalingga yang memiliki kompetensi profesional, pengalaman industri, wawasan global, kemampuan beradaptasi, serta integritas yang kuat. Hal tersebut juga sejalan dengan visi UNPERBA untuk berkembang sebagai Entrepreneur University yang membangun entrepreneurial mindset mahasiswa, mulai dari keberanian mengambil inisiatif, melihat peluang, memecahkan masalah, kreatif, inovatif, adaptif, mampu bekerja dalam tim, memiliki kemampuan komunikasi, hingga menjunjung tinggi integritas.
“Purbalingga memiliki peluang besar menjadi salah satu sumber tenaga kerja unggul Indonesia. Kita harus membangun SDM, memperkuat kompetensinya, dan menanamkan integritasnya sejak sekarang. Kolaborasi UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia merupakan contoh nyata bahwa pembangunan SDM dapat dimulai dari daerah,” pungkas Bamsoet. (*)
Red








