
Global Cyber News.Com. – Barito Selatan, Senin, 7 September 2026 — Krisis air bersih kini meluas dan mulai menghantui masyarakat Dusun Muara .. -Malungai serta Desa Malungai Raya, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Musim kemarau panjang membuat sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga di kedua wilayah tersebut mengalami kekeringan total.
Sungai-sungai yang dahulu menjadi urat nadi kehidupan masyarakat kini nyaris tak lagi menyisakan air. Di sejumlah titik, aliran sungai yang biasanya digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini berubah menjadi hamparan batu dan pasir kering.
Kondisi tersebut memaksa warga berjuang lebih keras mencari sumber air lain demi sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Bukan hanya sungai yang mengering. Sejumlah sumur bor yang selama ini menjadi andalan masyarakat di Muara Malungai dan Malungai Raya juga dilaporkan mengalami penurunan debit secara drastis hingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini membuat kehidupan masyarakat semakin berat. Air yang seharusnya menjadi hak dan kebutuhan dasar kini menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan setiap hari di tengah teriknya kemarau.
Di tengah kondisi yang kian mendesak ini, perhatian masyarakat turut tertuju kepada keberadaan PT Mutu, yang menurut keluhan sejumlah warga beroperasi di sekitar wilayah yang terdampak parah oleh kekeringan.
Warga mempertanyakan sejauh mana bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kondisi riil masyarakat di ring satu wilayah operasionalnya.
Hingga laporan ini disusun, berdasarkan keterangan warga yang disampaikan kepada awak media, belum terlihat adanya aksi nyata berupa bantuan darurat air bersih maupun penyediaan fasilitas sumur bor dari pihak perusahaan untuk meringankan beban masyarakat.
Kendati demikian, informasi mengenai respons dan langkah konkret dari pihak PT Mutu tentu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Bagi masyarakat Muara Malungai dan Malungai Raya, persoalan air bersih bukan sekadar masalah kenyamanan semata. Air adalah nyawa dan kebutuhan mutlak untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga standar kesehatan keluarga.
Ketika sumber air ambruk dan mengering, dampaknya langsung menghantam seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu—terutama anak-anak, para lansia, serta keluarga prasejahtera yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli atau mendatangkan pasokan air bersih dari tempat lain.
Keberadaan sebuah korporasi di tengah-tengah perkampungan masyarakat semestinya tidak hanya mengeruk hasil, tetapi juga diiringi dengan kepekaan sosial serta tanggung jawab lingkungan yang nyata.
Dalam situasi darurat seperti sekarang, warga sangat berharap agar pihak swasta tidak tinggal diam. Perusahaan yang beroperasi di sekitar permukiman wajib hadir memberikan solusi cepat dan konkret, terutama tatkala krisis menyangkut urusan paling fundamental: air bersih.
Masyarakat Dusun Muara Malungai dan Desa Malungai Raya kini menanti langkah taktis dan nyata dari berbagai pihak.
Pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, instansi terkait, maupun korporasi swasta diharapkan segera turun tangan secara serentak untuk memastikan warga tidak terus-menerus terjebak dalam penderitaan akibat kekurangan air bersih.
Krisis air bersih di Bumi Batara ini tidak boleh dianggap sebelah mata atau sekadar sebagai fenomena musiman biasa. Jika dibiarkan berlangsung berkepanjangan, situasi ini berpotensi memicu ledakan masalah kesehatan, ancaman wabah penyakit sanitasi, kelumpuhan aktivitas harian, hingga beban ekonomi yang semakin menghimpit warga.
Oleh karena itu, warga mendesak adanya langkah taktis yang terukur dan cepat, seperti aksi nyata pendistribusian air bersih keliling, drop-off tandon-tandon air di titik strategis, eksplorasi sumber air alternatif, hingga pembuatan sumur bor permanen di lokasi-lokasi yang memungkinkan.
Sebab, bagi masyarakat Dusun Muara Malungai dan Desa Malungai Raya, yang mereka butuhk Tutup , Masakudadiri. (R R/Yct) .
Red








