spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorised*MBG Pasti Akan Lebih Enak dan Aman Dengan Menberikan Uang Untuk Dikelola...

Related Posts

Featured Artist


*MBG Pasti Akan Lebih Enak dan Aman Dengan Menberikan Uang Untuk Dikelola Oleh Ibu Atau Keluarga Siswa Dari Rumah*



Jacob Ereste :

Global Cyber News.Com. -Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melonjak tajam menerpa ribuan korban dalam sepekan terakhir awal September 2026. Catatan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) sejak tahun 2025 hingga September 2026 siswa yang menjadi korban keracunan MBG sebanyak 43.838 orang dari 36 provinsi di Indonesia. Kasus keracunan dari berbagai daerah pada beberapa hari terakhir dialami oleh ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, ratusan siswa SMAN 1 Lasem Rembang, Jawa Tengah, SMAN 3 Nganjuk, serta pelajar di Agam, Sumatra Barat dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan dengan gejala mual dan muntah-muntah serta diare. (You Tube-KompasTV).

JPPI dan berbagai lembaga mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh, mukai dari pelaksanaan tata kelola program hingga keberadaan dapur, rantai pasok makanan dan standar higiens. Korban keracunan MBG sungguh aneh, terjadi susul menyusul seperti yabg dialami 137 orang siswa SMAN 1, Tunjungan Blora yang justru sudah tiga kali mengalami kasus yang sama. (Baca Indoseru. com, 8 September 2026). Kasus keracunan MBG di Sleman, Yogyakarta juga terulang hanya dalam sepekan. Seperti diakui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi menunjuk SMPN 3 Turi, SD Muhammadiyah Balerante dan SMK Muhammadiyah terjadi berbarengan, termasuk seorang guru yang ikut menjadi korban keracunan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Sleman, Khamidah Yulianti mengatakan ada 229 orang yang melapor mengalami gejala keracunan sesuai menikmati MBG. Pendataan terhadap 1.110 responden ditemukan 229 orang mengeluhkan kesehatan, katanya 3 September 2026.

Operasi sejumlah dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang bermasalah, seperti SPPG Kalitengah Sidoarjo dan SPPG Nganjuk telah dihentikan untuk sementara, meski tanggung jawab terhadap masalah keracunan yang terjadi tidak jelas penyelesaiannya bagi para korban.

Sedangkan Kepala SPPG Purwosari, Kudus Nasihul Umam telah memohon maaf atas dugaan keracunan massal di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah.

Padahal, jauh sebelumnya pada akhir Februari silam para pelajar SD. SMP dan SMA fi Paniai, Papua Tengah telah melakukan aksi penolakan terhadap MBG di Kantor Bupati Paniai. 120 personil Kepolisian mengawal aksi para pelajar yang menggunakan seragam sekolah masing-masing ini. Yang menarik, pernyataan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, aksi para pelajar ini berjalan dari Paniai Timur ke Kantor Bupati sejak pagi, pukul 07.30.

Aksi menolak MBG minta diganti dengan sekolah gratis, kata Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo seperti pemberitaan detik. com. Dan sepekan sebelumnya, aksi serupa juga telah dilakukan serentak di Kota Jayapura, Yalimo, Jayawijaya, Yahukimo, Kabupaten Digiyai, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Mimika. Lantas masalahnya, mengapa MBG tetap terus ngotot dilakukan, sedang cara yang paling gampang adalah membagi uang MBG itu langsung kepada setiap yang berhak menerima bantuan dengan bekal serta arahan yang sesuai dengan standar mutu dan gizi seperti menu baku yang diharap sejak perencanaan program yang telah dirancang. Pasti akan lebih praktis dan lebih efisien, meski tidak lagi bisa dientit hingga nilai rupiahnya jadi nyaris gundul terpangkas. Tapi yang pasti, resiko keracunan dan tidak sesuai selera anak-anak ada jaminan terhadap kudapan yang mereka bawa dari rumahnya masing-masing.

Banten, 9 September 2026

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts