spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorisedIRONI DI MUARA MELONGAI: WARGA DIFABEL LUPUT DARI DATA BANTUAN KEMISKINAN EKSTREM

Related Posts

Featured Artist

IRONI DI MUARA MELONGAI: WARGA DIFABEL LUPUT DARI DATA BANTUAN KEMISKINAN EKSTREM

Global Cyber News.Com. -BARITO SELATAN — Program pengentasan kemiskinan dan berbagai bantuan sosial pemerintah terus digaungkan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Namun, di lapangan masih ditemukan persoalan pendataan yang perlu mendapat perhatian serius.

Salah satunya dialami Mis John, warga Desa Muara Melongai, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan.

Di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya, Mis John mengaku tidak menerima bantuan dari program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE). Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi dan validitas data penerima bantuan di tingkat desa.

Saat ditemui di kediamannya, kondisi kehidupan Mis John terlihat sangat memprihatinkan. Untuk berpindah tempat di dalam rumah saja, ia harus berjuang dengan keterbatasan fisiknya.

Tangannya sudah tidak mampu lagi mengangkat tubuh ketika berjalan. Ia terpaksa merangkak atau menggunakan tongkat sambil berpegangan pada dinding rumah. Dalam kondisi tertentu, ia bahkan harus bergeser dengan cara ngesot untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di tengah kondisi fisik yang demikian terbatas, Mis John juga menghadapi persoalan lain, yakni mengaku luput dari pendataan warga miskin ekstrem di wilayahnya.

Dalam wawancara langsung, Mis John menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari program tersebut.

“Tidak dapat,” ucapnya lirih ketika menceritakan kondisi yang dialaminya.

Hidup seorang diri tanpa sokongan ekonomi yang memadai membuat keseharian Mis John penuh perjuangan. Kondisi akses jalan di wilayah tersebut yang tergolong sulit juga semakin menambah keterbatasan yang harus dihadapinya.

Namun, di penghujung perbincangan, Mis John tidak menyampaikan tuntutan yang berlebihan. Ia hanya berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi dirinya.

“Harapan saya, semoga pemerintah bisa membantu saya yang tentunya hidup sendiri ini,” ungkapnya dengan nada penuh harap.

Kasus Mis John menjadi gambaran bahwa akurasi, verifikasi, dan validasi data penerima bantuan perlu terus diperhatikan dan diperbarui, khususnya terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi paling rentan.

Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan justru luput dari pendataan dan tidak memperoleh akses terhadap program perlindungan sosial yang telah disiapkan pemerintah.

Global Cyber News melaporkan.

Penulis: Ramni Riyadi
Kepala Biro Global Cyber News Barito Selatan (Red).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts