
globalcybernews.com, Kota Blitar
Komisi II DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat perekonomian dan destinasi wisata daerah, Rabu (30/9/2026). Peninjauan ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan aset daerah sekaligus memastikan fasilitas umum dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran sidak meliputi Pasar Pahing, Pasar Legi, Pusat Kuliner di sebelah RS Budi Rahayu, serta kawasan wisata Waterpark Sumber Udel.
Kegiatan tersebut dipimpin Nuhan Wahyudi bersama anggota Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo dan Bayu Kuncoro Kurniawan. Rombongan meninjau langsung kondisi fasilitas, tata kelola kawasan, serta berbagai aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Di Pasar Pahing dan Pasar Legi, Komisi II mencermati kondisi sarana perdagangan, kebersihan lingkungan, penataan lapak pedagang, hingga kelancaran arus kendaraan dan pengaturan parkir di sekitar pasar.
Menurut DPRD, pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat perlu didukung fasilitas yang memadai dan lingkungan yang tertata. Pengelolaan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pembeli sekaligus menjaga kelancaran aktivitas perdagangan.
Peninjauan berlanjut ke Pusat Kuliner yang berada di sebelah RS Budi Rahayu. Di lokasi ini, perhatian diarahkan pada kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah usaha, serta penataan tempat berjualan agar kawasan kuliner lebih rapi dan nyaman dikunjungi.

Sementara itu, di Waterpark Sumber Udel, Komisi II mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana rekreasi serta pengelolaan operasional destinasi wisata tersebut. Pengawasan ini juga berkaitan dengan upaya mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Ketua rombongan sidak, Nuhan Wahyudi, mengatakan peninjauan langsung diperlukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi fasilitas dan pengelolaan di lapangan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi bersama perangkat daerah yang bertanggung jawab atas masing-masing lokasi.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan. Prinsipnya, fasilitas umum dan pusat ekonomi warga ini harus terawat, bersih, dan representatif. Temuan-temuan hari ini akan kami inventarisasi sebagai bahan evaluasi bersama dinas teknis terkait,” ujar Nuhan.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, Komisi II DPRD Kota Blitar berharap pengelolaan pasar, pusat kuliner, dan destinasi wisata dapat terus ditingkatkan. Perbaikan fasilitas, penataan kawasan, serta optimalisasi pengelolaan aset daerah diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Blitar.(REG)










