

Global Cyber News.Com. -MUARA MULUNGAI, BARITO SELATAN — Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Muara Mulungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kini menjadi sorotan warga.
Alih-alih memberikan manfaat berkelanjutan, fasilitas air bersih tersebut dilaporkan tidak lagi berfungsi dan telah lama terbengkalai. Kondisi ini semakin dirasakan masyarakat ketika memasuki musim kemarau, saat kebutuhan terhadap air bersih justru meningkat.
Hanya Berfungsi 2–3 Hari
Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan yang dihimpun jurnalis Yancot di lapangan, instalasi PAMSIMAS tersebut disebut hanya sempat berfungsi atau diuji coba selama sekitar dua hingga tiga hari setelah pembangunan.
Setelah itu, sistem air tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Mesin dan jaringan perpipaan disebut tidak berfungsi, sehingga masyarakat tidak dapat memperoleh manfaat air bersih dari fasilitas tersebut.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bagaimana proses perencanaan, pembangunan, pengujian, pemeliharaan, hingga keberlanjutan program tersebut setelah selesai dikerjakan.
Bertahun-tahun Tidak Berfungsi
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, fasilitas PAMSIMAS tersebut telah berada dalam kondisi tidak berfungsi dalam waktu yang cukup lama.
Tidak berfungsinya sarana air bersih tersebut menjadi persoalan serius karena fasilitas dibangun dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ketika fasilitas tidak dapat digunakan, warga kembali harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Terlebih pada musim kemarau, persoalan ketersediaan air bersih menjadi semakin berat bagi masyarakat.
Warga Pertanyakan Asas Manfaat
Masyarakat mempertanyakan keberadaan proyek tersebut karena fasilitas yang seharusnya menjadi sarana pelayanan dasar justru tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Warga berharap pemerintah dan instansi teknis terkait tidak hanya melihat persoalan dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap fungsi dan keberlanjutan fasilitas setelah proyek selesai.
Jika benar fasilitas hanya berfungsi selama beberapa hari kemudian tidak dapat digunakan dalam waktu panjang, kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi menyeluruh, termasuk mengenai perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, kualitas sarana, pengelolaan, pemeliharaan, serta mekanisme pengawasan program.
Desakan Pemeriksaan dan Perbaikan
Masyarakat Muara Mulungai berharap Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama instansi teknis terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi fasilitas PAMSIMAS secara langsung.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab fasilitas tidak berfungsi, apakah persoalannya terdapat pada mesin, sumber air, jaringan perpipaan, instalasi, pengelolaan, atau faktor teknis lainnya.
Warga juga berharap apabila masih memungkinkan untuk diperbaiki, fasilitas tersebut dapat segera difungsikan kembali sehingga tujuan awal penyediaan sarana air bersih benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, transparansi mengenai sumber anggaran, tahun pelaksanaan, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, serta mekanisme pengelolaan dan pemeliharaan juga dinilai penting agar masyarakat mengetahui bagaimana program tersebut dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.
Pertanyaan Publik
Persoalan PAMSIMAS Muara Mulungai kini tidak hanya menyangkut pipa, mesin, atau bangunan fisik. Lebih jauh, masyarakat mempertanyakan asas manfaat sebuah program pelayanan dasar yang tidak dapat digunakan dalam jangka panjang.
Jika fasilitas yang dibangun dengan anggaran publik tidak berfungsi, maka evaluasi dan pemeriksaan menjadi penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Hingga laporan ini disusun, diperlukan penjelasan dari pihak pemerintah daerah, instansi teknis terkait, pengelola PAMSIMAS, maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan program mengenai kondisi sebenarnya serta langkah penyelesaiannya.( RR/ Y )
Red










