
Global Cyber news.com. -Palangka Raya Selasa , 13 Oktober 2026 Kualitas Udara Memburuk, Aktivitas Warga Terganggu
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian serius. Di Palangka Raya, kepekatan asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara.
Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang dilaporkan mencapai angka tinggi menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Kondisi jarak pandang yang terbatas juga membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus meningkatkan kewaspadaan. Lampu utama kendaraan dinyalakan dan laju kendaraan dikurangi untuk mengantisipasi kecelakaan akibat tebalnya kabut asap.
Aktivitas masyarakat di luar ruangan pun cenderung berkurang. Kondisi penerbangan di Bandara Tjilik Riwut juga menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan operasional penerbangan.
Barito Selatan Mulai Mereda, Satgas Tetap Siaga
Sementara itu, kondisi Karhutla di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terpantau relatif lebih kondusif dan kabut asap mulai berangsur menipis.
Sebelumnya, sejumlah wilayah sempat menjadi perhatian akibat munculnya titik panas (hotspot) dan aktivitas pemadaman di beberapa lokasi rawan, termasuk wilayah Kecamatan Dusun Selatan.
Meski kondisi mulai membaik, kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Lahan yang kering, khususnya kawasan dengan karakteristik gambut, masih berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan yang sewaktu-waktu dapat kembali memicu kebakaran.
Karena itu, pemantauan lapangan, patroli, serta kesiapsiagaan personel gabungan bersama masyarakat tetap diperlukan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Dukungan Udara untuk Penanganan Karhutla
Dalam menghadapi ancaman Karhutla di berbagai wilayah Kalimantan, pemerintah juga memperkuat penanganan melalui operasi udara, termasuk pemadaman menggunakan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dukungan armada udara menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sekaligus membantu mengendalikan perkembangan titik api dan kondisi asap.
Namun, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada operasi udara. Pencegahan di tingkat tapak, pengawasan kawasan rawan, respons cepat terhadap titik api, serta keterlibatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam memutus penyebaran kebakaran.
Imbauan Redaksi Global Cyber News
Mengingat kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah masih perlu diwaspadai, Global Cyber News mengimbau masyarakat untuk:
- Membatasi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
- Menggunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95/KN95, apabila harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi asap memburuk.
- Mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas udara.
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap titik api di sekitar permukiman, perkebunan, maupun kawasan hutan dan lahan.
- Segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat kepada petugas atau posko penanganan bencana setempat.
Kondisi kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesehatan, transportasi, dan aktivitas masyarakat.
Global Cyber News akan terus memantau perkembangan kondisi Karhutla dan kualitas udara di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Barito Selatan.( tim GCN ).
Red










