spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorised*Jangan Biarkan Harta Membutakan Nurani*

Related Posts

Featured Artist

*Jangan Biarkan Harta Membutakan Nurani*


Suherman :
Pemerhati: Sosial,budaya,politik dan ekonomi

Global Cyber news.com. –   20  Oktober  2026. ,Hidup berkecukupan itu impian semua orang. Rumah nyaman, keluarga bahagia, masa depan aman. Tidak ada yang salah.

Yang salah adalah ketika ingin kaya, semua cara dihalalkan. Jabatan dijual. Izin diperdagangkan. Hutan dibagi-bagi. Tanah rakyat dipersulit.

Sebab tidak semua harta membawa tenang. Dan tidak semua rekening gendut itu berkah.

Lihat Apa yang Terjadi Hari Ini

Pekan ini, KPK menyita Rp106,3 miliar tunai dan valas dalam kasus pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Delapan orang jadi tersangka. Menteri ATR/BPN dipanggil sebagai saksi.

Pekan ini juga, kita masih ingat “perkara amplop” di Kementerian Kehutanan. Seorang menteri lapor ke KPK karena ditinggal amplop oleh bupati. Itu langkah benar. Tapi publik masih menunggu kejelasan: sampai mana penanganannya?

Pekan ini juga, IHSG anjlok 11,57% setelah MSCI ancam keluarkan Indonesia dari Emerging Market. Alasannya sama: pasar kita dianggap gelap. Kepemilikan saham tidak jelas. Ada dugaan perdagangan yang diatur.

Tiga berita berbeda. Satu benang merah: harta membutakan nurani.

Harta Ada Dua Jenis

Ada harta dari kerja keras. Keringatnya jelas. Pajaknya dibayar. Zakatnya dikeluarkan. Harta seperti ini membawa tenang.

Ada juga harta dari “jalur belakang”. Dari tanah yang dipersulit. Dari izin yang dipercepat. Dari saham yang digoreng. Dari jabatan yang dijual.

Secara fisik mungkin sama: rumah megah, mobil mewah, rekening tebal.

Tapi bedanya di malam hari. Yang pertama bisa tidur tenang. Yang kedua, selalu takut: takut diperiksa, takut ketahuan, takut kehilangan.

Jangan Sampai Kita Jadi Seperti Itu

Jangan sampai rumah kita megah, tapi dibangun dari air mata orang yang tanahnya tidak bisa diurus.

Jangan sampai rekening kita bertambah, tapi dari uang yang seharusnya jadi hak negara.

Jangan sampai kita dipuji sukses di panggung, tapi nurani kita tahu ada kejujuran yang kita injak.

Dalam Islam, harta itu amanah. Bukan milik mutlak. Ada hak fakir, ada hak keluarga, ada hak negara.

Carilah rezeki sekeras mungkin. Tapi jangan jual harga diri.

Raihlah jabatan setinggi mungkin. Tapi jangan jual nurani.

Apa yang Harus Kita Jaga?

Hari ini, ujian bukan hanya untuk menteri yang dipanggil KPK. Ujian juga untuk kita semua:

Sebagai pegawai: berani menolak amplop?
Sebagai pengusaha: berani ikut tender jujur tanpa sogok?
Sebagai rakyat: berani tidak jual suara?

Karena korupsi besar selalu mulai dari toleransi kecil.

Pada akhirnya, hidup bukan soal siapa paling kaya.

Tapi soal: ketika umur habis, apa yang dikenang orang dari kita? Rumah mewahnya, atau kejujurannya?

Raihlah keberhasilan setinggi mungkin. Tapi jangan biarkan ambisi membuatmu kehilangan kemanusiaan

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts