
Global Cyber news.com. -BUNTOK, Selasa, 27 Oktober 2026 — Jejak perjuangan masyarakat pelosok Kabupaten Barito Selatan seakan ikut masuk ke ruang kerja pimpinan daerah. Senin (26 Oktober 2026), rombongan pimpinan dan jurnalis Global Cyber News mendatangi Kantor Bupati Barito Selatan untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan masyarakat di wilayah pedalaman.
Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah kehadiran Edianto, rekan jurnalis Global Cyber News, yang datang mengenakan sepatu bot yang masih menyisakan lumpur dari medan lapangan. Sepatu tersebut bukan sekadar perlengkapan kerja, tetapi menjadi gambaran nyata medan yang harus ditempuh ketika menjalankan tugas jurnalistik di pelosok.
Edianto hadir bersama Ramni Riyadi, Kepala Biro Global Cyber News Barito Selatan, serta Abdullah, Koordinator Lapangan/Kanwil Kalimantan Global Cyber News.
Jejak Lumpur dari Pelosok Masuk ke Ruang Kerja Wakil Bupati
Dalam pertemuan tersebut, tim Global Cyber News menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, khususnya kondisi masyarakat Dusun Muara Melungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah kebutuhan air bersih masyarakat serta kondisi Sungai Arang dan Sungai Dewi yang dikeluhkan warga mengalami perubahan kualitas air.
Persoalan tersebut disampaikan secara langsung kepada Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, S.T., M.T.
Kehadiran sepatu bot berlumpur yang digunakan Edianto menjadi simbol sederhana namun kuat. Dari medan jalan pelosok hingga ruang kerja pimpinan daerah, persoalan masyarakat dibawa secara langsung agar mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.
“Mana Sepatu Botnya?”
Suasana pertemuan berlangsung hangat. Di tengah pembicaraan, perhatian Wakil Bupati dan ajudannya bahkan tertuju kepada sepatu bot yang digunakan Edianto.
Dengan suasana penuh keakraban, muncul permintaan untuk melihat langsung sepatu bot yang dibawa dari lapangan.
Momen tersebut mencairkan suasana sekaligus memperlihatkan bahwa pekerjaan jurnalistik di lapangan memang memiliki cerita tersendiri. Lumpur yang melekat pada sepatu menjadi pengingat bahwa persoalan yang dibicarakan bukan sekadar angka dan laporan di atas meja, tetapi berasal dari kondisi nyata masyarakat di pelosok.
Aspirasi Dicatat, Solusi Mulai Didorong
Ketika pembicaraan memasuki pokok persoalan, tim Global Cyber News menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Khristianto Yudha, S.T., M.T. beberapa kali meminta ajudannya, Pak Adi, untuk mencatat berbagai aspirasi yang disampaikan agar tidak terlewat dan dapat ditindaklanjuti.
Salah satu aspirasi penting disampaikan langsung oleh Ramni Riyadi terkait pembangunan infrastruktur jalan pedesaan.
Ramni menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan agar pembangunan dan peningkatan jalan menuju kawasan pedesaan dapat menggunakan standar jalan yang mampu mendukung kendaraan dengan beban hingga 7 ton.
Menurutnya, akses jalan yang memadai bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi merupakan bagian penting dalam membuka akses ekonomi masyarakat.
Akses jalan yang kuat dan layak diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta membuka konektivitas ekonomi antara desa dan pusat-pusat pelayanan.
Aspirasi tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung masyarakat Desa Melungai Raya serta Dusun Muara Melungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai.
«“Kami meminta pemerintah daerah membangun jalan pedesaan dengan standar yang mampu menahan beban hingga 7 ton. Jalan yang baik bukan hanya untuk dilalui, tetapi untuk mengangkat roda ekonomi masyarakat desa. Hasil kebun dan usaha warga harus bisa keluar, kebutuhan masyarakat juga bisa masuk dengan lebih mudah,” demikian pokok aspirasi yang disampaikan Ramni Riyadi dalam pertemuan tersebut.»
Bagi masyarakat pedalaman, jalan merupakan urat nadi kehidupan. Ketika jalan sulit dilalui, biaya angkutan meningkat, mobilitas warga terhambat, dan hasil produksi masyarakat berpotensi sulit dipasarkan.
Karena itu, pembangunan jalan yang berkualitas dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sejumlah Usulan Sumur Bor Mendapat Respons
Selain persoalan infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.
Dari pembicaraan yang disampaikan, sejumlah kebutuhan sumur bor mendapat respons dan persetujuan untuk ditindaklanjuti, antara lain:
- Dusun Muara Melungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai — kebutuhan air bersih masyarakat mendapat perhatian dan disampaikan adanya rencana enam titik sumur bor untuk membantu mengatasi persoalan air bersih warga.
- Desa Melungai Raya — kebutuhan pembangunan sumur bor turut mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti.
- Desa Nuri Bulu — usulan sumur bor bagi kebutuhan masyarakat juga mendapat persetujuan untuk diproses lebih lanjut.
- Majelis Ta’lim Nurul Ihsan, Desa Patas 1 — aspirasi mengenai kebutuhan air bersih untuk kegiatan keagamaan, termasuk kebutuhan air minum dan wudu, turut disampaikan. Berdasarkan banner yang dibawa dalam pertemuan, nama majelis tersebut adalah Majelis Ta’lim Nurul Ihsan, Desa Patas 1 dan Desa Sei Paking. Untuk kebutuhan di Desa Patas 1, disampaikan persetujuan satu titik sumur bor, dengan arahan agar proposal resmi segera dibuat sebagai kelengkapan administrasi.
Dari Lumpur Lapangan Menuju Air Bersih dan Infrastruktur Ekonomi
Pertemuan pada Senin (26 Oktober 2026) tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung melalui kerja lapangan dan komunikasi dengan pemerintah daerah.
Bagi Global Cyber News, sepatu bot berlumpur Edianto bukan sekadar bagian dari penampilan saat bekerja. Sepatu itu menjadi simbol perjalanan dari jalan-jalan pelosok, bertemu masyarakat, melihat kondisi di lapangan, mengumpulkan informasi, kemudian membawa persoalan tersebut ke ruang pengambilan kebijakan.
Dari Muara Melungai, aspirasi warga dibawa ke ruang pemerintahan. Persoalan air bersih dibicarakan bersama kebutuhan pembangunan sumur bor. Sementara persoalan akses ekonomi desa juga disampaikan melalui usulan pembangunan jalan pedesaan dengan standar beban hingga 7 ton.
Harapannya, pembangunan tidak berhenti pada pusat kota, tetapi benar-benar menjangkau desa-desa dan dusun yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut ekonomi Kabupaten Barito Selatan.
Air bersih untuk kehidupan. Jalan yang kuat untuk menggerakkan ekonomi. Dan pembangunan yang merata untuk membuka masa depan masyarakat pedesaan.
Namun, perjuangan belum selesai. Aspirasi dan persetujuan awal tersebut selanjutnya diharapkan benar-benar berlanjut pada proses administrasi, pembangunan, hingga realisasi di lapangan, sehingga masyarakat penerima manfaat dapat merasakan langsung hasilnya.
Global Cyber News. Com di Barito Selatan melaporkan.( RR )
Red










