
Global Cyber news.com. -Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, dr. Heri Hendri, Sp.Pd., didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Desman, S.K.M., M.Kes., serta Plt. Direktur RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai, drg. Doni Asrin, M.K.M., mengikuti Survei Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. RM. Djoelham Binjai oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Tahun 2026 secara daring dari ruang Binjai Command Center (BCC), Rabu (28/10).
Survei tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Survei KARS, dr. Lubuk Paindoan Saing, Sp.A., MHA, FISQua, CPCCP, MQM, bersama dua anggota tim, yakni dr. Hasnanda Syawalina, M.Kes., dan Resmi Masdelina Siregar, S.Kep. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda hari pertama berupa telusur dokumen, dilanjutkan telusur lapangan pada hari kedua dan ketiga.
Dalam paparannya, dr. Heri Hendri menjelaskan bahwa Kota Binjai memiliki sekitar 279.302 jiwa penduduk yang tersebar di lima kecamatan dan 37 kelurahan, dengan 10 rumah sakit yang beroperasi. Kondisi tersebut, ditambah persaingan dengan rumah sakit swasta serta kedekatan akses terhadap fasilitas kesehatan di Kota Medan, menjadi tantangan bagi RSUD Dr. RM. Djoelham untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing pelayanan.
“Pemko Binjai berkomitmen mendukung peningkatan mutu pelayanan RSUD Dr. RM. Djoelham. Kami berharap survei akreditasi ini dapat memberikan masukan untuk perbaikan layanan dan peningkatan keselamatan pasien, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin baik,” ujar Heri Hendri.
Ia menambahkan, sekitar 30 persen anggaran rumah sakit bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Adapun prioritas pengembangan layanan meliputi pelayanan jantung, hemodialisis atau cuci darah, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), pelayanan fisioterapi, serta pemenuhan standar ruang rawat inap yang aman dan nyaman bagi pasien. Pemko Binjai juga telah membentuk Dewan Pengawas RSUD Dr. RM. Djoelham untuk mengawal peningkatan mutu pelayanan, pelaksanaan akreditasi, dan keselamatan pasien.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai, drg. Doni Asrin, M.K.M., menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan bentuk komitmen rumah sakit dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) serta memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan secara profesional dan sepenuh hati kepada masyarakat.
“Kami berharap melalui survei ini, tim KARS dapat memberikan masukan dan rekomendasi untuk perbaikan ke depan, sehingga RSUD Dr. RM. Djoelham dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Binjai,” harapnya.
Red










