
Global Cyber news.com. –TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah, secara resmi menurunkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan pascabencana.
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Timur, Drs. M. Yamin, M.B.A., pada Senin (2/11/2026). Rakor dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meliputi Danyon, Dandim, perwakilan Kapolres, dan Kajari, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala BPBD, Damkar beserta jajarannya, para camat, awak media, dan tamu undangan lainnya.
Agenda utama dalam rakor tersebut adalah membahas perkembangan terkini kondisi Karhutla di wilayah Barito Timur sekaligus mengevaluasi langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan selama masa tanggap darurat.
Bupati Barito Timur, Drs. M. Yamin, M.B.A., menjelaskan bahwa penurunan status ini didasarkan pada pertimbangan komprehensif dari berbagai aspek.

“Penurunan status dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya perkembangan titik panas (hotspot), kualitas udara, kondisi di masing-masing wilayah, serta berbagai masukan dari Forkopimda dan perangkat daerah terkait,” jelas M. Yamin.
Dalam rakor tersebut, juga dibahas dua isu krusial lainnya, yakni ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan pertanggungjawaban penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) selama masa penanganan Karhutla.
Meski status tanggap darurat telah diturunkan, Bupati menegaskan bahwa upaya penanganan Karhutla tetap dilanjutkan dengan mekanisme yang disesuaikan.
“Meski status tanggap darurat diturunkan, upaya penanganan Karhutla tetap dilakukan,” tegas Bupati.
Ia menjelaskan, apabila terjadi kebakaran susulan di kemudian hari, penanganan akan tetap melibatkan BPBD, Damkar, relawan, TNI, dan Polri sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menutup arahannya, Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak lengah dan tetap menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran. Ia secara tegas meminta warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.
“Kesadaran dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya Karhutla kembali, serta terus menjaga kondisi Kabupaten Barito Timur tetap aman, nyaman, rukun, damai, dan kondusif,” pungkas Bupati, Sumber Pemda Barito Timur.
Global Cyber News)**










