Sunday, January 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeSejarahKEHADIRAN ORANG MELAYU DI ' SULAWESI.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

KEHADIRAN ORANG MELAYU DI ‘ SULAWESI.

globalcybernews.com  -kehadiran Orang Melayu di Selayar Berbicara mengenai kehadiran orang Melayu di Selayar, tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan beberapa faktor antara lain kondisi sosio-politik Indonesia abad ke16. Kondisi yang dimaksud adalah masa pasca Kerajaan Malaka jatuh 1511 yang menyebabkan banyak pedagang Melayu Islam mengungsi dan mencari tempat baru untuk melakukan transaksi dagang.
Kondisi ini juga disertai oleh pandangan orang Melayu menganggap orang Portugis sebagai orang kafir yang mesti dijauhi.

Salah satu tujuan pelayaran mereka adalah Kerajaan Gowa, yang terkenal dengan bandar nya yakni Somba Opu. Mengenai kedatangan orang Melayu di Gowa Makassar sebagaimana dijelaskan dalam lontara, yakni sekitar tahun 1561 yakni pada masa pemerintahan raja Gowa X Tunipallangga 1561-1565. Malahan menurut sumber sejarah lainnya, bahwa sejak setengah abad sebelumnya telah banyak orang Melayu datang ke Gowa untuk berdagang.

Seorang berkebangsaan Inggris Silhordt menyebutkan bahwa tahun 1625, ribuan orang Melayu tinggal di Makassar. Sebagian besar dari mereka berasal dari Kerajaan Patani dan Johor. Selain itu, data menunjukkan bahwa tahun 1665 beberapa ratus warga dari Minangkabau dan Campa hidup di bawah perlindungan raja.
Pernyataan ini didukung oleh data bahwa eksodus orang-orang Melayu ke wilayah timur Indonesia masih berlanjut hingga paruh pertama abad ke-17 disebabkan oleh blokade Belanda atas Selat Malaka serta adanya serangan-serangan di atas kapal di setiap tempat di belahan Timur Nusantara. Bahkan proses menghilangnya para pedagang Melayu di Malaka, berlanjut hingga Inggris datang ke Malaya akhir abad ke-18 dimana mereka tidak menemukan orang Melayu lagi.

Uraian mengenai motif persebaran orang-orang Melayu ke dunia Timur Nusantara tersebut, merupakan pondasi ilmiah untuk menelusuri kehadiran orang Melayu di Selayar. Pertama, posisi Selayar dalam jaringan pelayaran dan perdagangan Nusantara dari Barat ke Timur atau sebaliknya, menjadi alasan kuat yang memungkinkan orang Melayu singgah atau beberapa di antaranya tinggal menetap di pulau yang juga akrab dikenal dengan sebutan Tanadoang ini. Kedua, pada kurun waktu kedatangan orang orang Melayu di Gowa, Selayar berada di bawah kekuasaan kerajaan ini sehingga kontak antar keduanya bukan tidak mungkin melibatkan orang-orang Melayu yang notabene sangat dekat dengan penguasa Kerajaan Gowa.

Selain itu, catatan sejarah juga menunjukkan bahwa ketika orang Portugis mengunjungi pelabuhan Siang, mereka mendapatkan penjelasan bahwa pedagang pedagang muslim dari Patani, Pahang dan Ujung Tanah telah tinggal di Selayar sejak Tahun 1480. Kedatangan para ahli Melayu ini, selain berdagang secara tidak langsung mereka juga ikut menyebarkan agama Islam di Selayar.

Catatan sejarah Selayar lainnya yang menjelaskan hal ikhwal mengenai Orang Melayu, yakni terkait dengan keberadaan sebuah kerajaan yang pernah berdiri di Tanadoang. Kerajaan yang dimaksudkan adalah Buki yakni nama salah satu dari empat kerajaan kecil sebelum masuknya pengaruh Asing di daerah ini. Berdasarkan catatan yang termaktub dalam sebuah lontara bahwa kerajaan-kerajaan di Selayar adalah Kerajaan Gantarang, Buki, Putabangun, dan Saluk yang kemudian menjadi Kerajaan Bontobangun.Khusus mengenai keberadaan Kerajaan Buki’, menurut cerita rakyat bahwa nama Buki’ berasal dari kata bukit. Sumber sejarah kerajaan ini tertulis dalam lontara bilang tulisan harian atau silsilah raja, yang menceritakan bahwa dahulu seorang anak Raja Riau Melayu diasingkan karena selalu membuat keributan dalam kerajaan.

Rex

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts