Sunday, May 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeSejarahBARBAROSSA ~
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

BARBAROSSA ~

MasBalog

globalcybernews.com  -Perencanaan untuk Operasi Barbarossa dimulai pada tanggal 18 Desember 1940; rahasia persiapan dan operasi militer itu sendiri berlangsung hampir satu tahun, dari musim semi tahun 1940 sampai musim dingin 1941

22 Juni 1941, Jerman Nazi dibawah Adolf Hitler merobek-robek surat Perjanjian Non Agresi (Perjanjian Non Agresi/tidak saling menyerang yang ditandatangani 23 Agustus 1939, 9 Hari sebelum Invasi Jerman ke Polandia dan memulai Perang Dunia II)

Hitler harus membawa Jerman kepada Perang 2 Front (yaitu Front Timur dan Front Barat) karena Angkatan Bersenjata Jerman melakukan serangan ke Uni Soviet melalui Operasi Barbarossa

Barbarossa adalah nama seorang Kaisar Jerman pada Abad Pertengahan
…..
Tujuan operasional Barbarossa adalah penaklukan cepat Eropa bagian barat Uni Soviet dari jalur yang menghubungkan kota-kota Arkhangelsk dan Astrakhan, yang sering disebut jalur AA

Pada akhir bulan Januari 1942, Tentara Soviet memukul mundur Wehrmacht, membuat Adolf Hitler tidak mencapai kemenangan yang diharapkan, meskipun berhasil membuat Uni Soviet jatuh ke kondisi terburuknya

Taktis, Jerman telah memenangkan beberapa kemenangan gemilang dan menduduki beberapa wilayah ekonomi paling penting di negeri, terutama di Ukraina

Meskipun keberhasilan ini, Jerman didesak mundur dari Moskow dan tak pernah me-mount sebuah serangan secara simultan di sepanjang seluruh Soviet-Jerman strategis depan lagi

Operasi Barbarossa merupakan kegagalan Hitler dan menyebabkan tuntutan untuk melakukan operasi lebih lanjut di Uni Soviet, yang semuanya pada akhirnya gagal, seperti melanjutkan Pengepungan Leningrad Operasi Nordlicht, dan Pertempuran Stalingrad, pertempuran antara lain di wilayah yang diduduki Soviet

Operasi Barbarossa masih merupakan operasi militer terbesar, dalam hal kekuatan pasukan dan korban, dalam sejarah manusia
…..
Musim Semi, Juni 1941. Di luar dugaan, Adolf Hitler mengeluarkan perintah kepada pasukan Nazi untuk menginvasi Uni Soviet

Kurang lebih empat juta serdadu, 19 divisi panser, sekitar 3.000 unit tank, 2.500 pesawat udara, serta 7 senjata artileri, dikerahkan

Serangan tersebut diberi nama khusus: Unternehmen Barbarossa

Misi invasi ini merupakan tindakan melanggar Pakta Molotov-Ribbentrop pada 1939

Pakta tersebut berisi kesepakatan non-agresi; kedua negara sepakat untuk tidak saling menyerang dan menjamin pengaruh masing-masing di wilayah yang telah ditentukan tanpa ada campur tangan dari pihak lainnya

Namun situasi damai antara keduanya hanya berlangsung sebentar saja

Ketika Jerman menginvasi Polandia pada 1939 dan mengakibatkan pecahnya Perang Dunia II, Soviet juga mulai mengokupasi negara-negara di wilayah Balkan dengan mengirim tentara NKVD untuk menyerbu Lituania, Estonia, dan Latvia

Saat mulai memasuki wilayah Besarabia (utara Bukovina) yang merupakan bagian dari Rumania, Jerman menganggap Soviet sebagai ancaman terhadap suplai minyak mereka di daerah Balkan

Di sinilah awal mula rencana invasi Jerman ke Soviet

Namun, terlepas dari analisis politik yang ada, tidak sedikit yang menganggap invasi Jerman tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari obsesi kebencian Hitler terhadap Soviet dan komunisme

Menurut Hitler, Soviet yang didirikan oleh kaum Bolshevik komunis turut dipengaruhi dan diatur oleh kelompok Yahudi, sementara alasan lain terkait dengan motif ekonomi dan geopolitik

Wilayah Soviet yang begitu luas dianggap Hitler memiliki posisi strategis serta dipenuhi oleh sumber daya alam yang dibutuhkan Jerman

Kondisi inilah yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat Lebensraum, cara pandang politik Hitler mengenai konsep tata ruang untuk hidup

Sebagaimana pernah ia kemukakan di bukunya, Mein Kampf

Di dalam kitab suci Nazi tersebut, Hitler menjelaskan bahwa rakyat Jerman membutuhkan ruang hidup, Lebensraum (tanah dan sumber dayanya), dan kedua hal tersebut bisa didapatkan di wilayah Eropa Timur

Ia juga menyebut betapa bangsa-bangsa Eropa Timur, yang sebagian besar adalah Slavia, adalah ras inferior yang sudah semestinya memiliki tuan

Konsep Lebensraum yang disebut Hitler sebetulnya telah muncul di Jerman sejak Abad Pertengahan

Pada 1901, etnografer Jerman, Friedrich Ratzel, pernah menjelaskan bahwa untuk menyatukan wilayah-wilayah Jerman, diperlukan pemahaman mengenai pengaruh kondisi geografi

Maka untuk itulah ekspansi wajib dilakukan sebagai bagian untuk memenuhi ruang geografi tersebut

Hipotesis Ratzel mengalami perkembangan pada 1912 setelah Jenderal Friedrich von Bernhardi menerbitkan bukunya berjudul: Germany and the Next War

Menurutnya, Lebensraum tidak hanya bermakna memecahkan masalah kondisi demografi, tetapi juga untuk menjaga agar Jerman tidak mengalami stagnasi dan degenerasi

Dan semua hanya dapat diwujudkan lewat peperangan serta ekspansi

Baik Hitler, Ratzel, maupun Von Bernhardi sepakat bahwa Eropa Timur adalah wilayah baru yang tepat untuk Jerman

Kelak, Operasi Barbarossa yang dilakukan demi mewujudkan konsep Lebensraum tersebut bukan hanya gagal total, tetapi juga menjadi titik tolak kekalahan Jerman di Perang Dunia II

Dan, tentu saja, keruntuhan Nazi

Operasi Barbarossa pada mulanya akan dilaksanakan Hitler setelah menandatangani Perintah Perang Nomor 21 pada 18 Desember 1940

Di dalam dokumen tersebut tertulis: “Wehrmacht Jerman harus siap untuk menghancurkan Rusia dengan sesegera mungkin.”

Namun, karena blunder salah satu sekutu terdekat Hitler, Benito Mussolini, rencana tersebut diundur menjadi 15 Mei 1941

Kecerobohan Mussolini bermula ketika ia memerintahkan Italia bersama sekutunya, Albania, untuk menyerang Yunani dengan modal 500 ribu pasukan

Sebetulnya tak ada urgensi apapun dalam penyerangan ini

Mussolini melakukannya semata agar kekuatannya dengan Hitler menjadi lebih stabil

Terlepas dari bagaimana kedekatan kedua diktator ini, Mussolini memang kerap menganggap dirinya adalah senior di antara tokoh-tokoh fasis kala itu

Maka ketika Hitler membuat Perancis menyerah hanya dalam waktu beberapa minggu, Mussolini yang tak mendapat bagian apapun dalam kemenangan tersebut, mulai merasa tersepelekan

Ada rasa iri dari Mussolini saat melihat keberhasilan Hitler yang secara pesat mampu membawa Jerman ditakuti seantero Eropa

Sebelum melakukan serangan, pada 28 Oktober 1940, Mussolini menyuruh Duta Besarnya di Athena, Emmanuele Grazi, mengultimatum Perdana Menteri Yunani, Ioannis Metaxas, agar memberi akses bagi Italia

Metaxas menolak ultimatum tersebut dan memutuskan untuk berperang melawan Italia. “Ohi,” ucap Metaxas kala itu, yang berarti “tidak”

Hingga kini, Yunani masih merayakan “Ohi Day” untuk mengenang keberanian Metaxas

Yunani kala itu hanya memiliki tiga divisi, sedikit tank, dan minim angkatan udara

Walaupun demikian, Yunani ternyata dapat memberikan perlawanan yang luar biasa sengit dan membuat Mussolini keteteran

Kondisi geografis Yunani yang berbentuk pegunungan juga membuat armada Mussolini kesulitan melakukan manuver dan hanya menjadi sitting duck bagi tentara Yunani

Pada 8 November, agresi Mussolini hancur berantakan

Kondisi Italia pun makin parah usai Angkatan Udara Inggris turun membantu Yunani

Berselang enam hari setelahnya, seluruh front Italia akhirnya berhasil dipukul dari perbatasan

Bahkan dua kota di Albania yang diduduki Italia juga turut dibebaskan

Akibat blunder Mussolini tersebut, Jerman sebagai sekutu terdekat mereka, mau tak mau, terkena beberapa efek serius

Yunani, yang mulanya merupakan negara netral, tidak lagi mempedulikan perjanjian strategis dengan Jerman

Inggris mulai memiliki alasan untuk membentuk pangkalan udara di Yunani dan turut mengebom sumber minyak Jerman di Ploesti, Rumania

Sementara penundaan rencana Operasi Barbarossa membuat Jerman harus membagi beberapa divisi tempur ke front berbeda

Padahal sebelumnya seluruh divisi tersebut dapat digunakan untuk menyerang Soviet

Pada 22 Juni 1941, pukul 3.15 pagi waktu setempat, Jerman memulai Operasi Barbarossa dengan mengebom besar-besar tiap kota besar di Polandia yang dikuasai Soviet

Ada empat kelompok diturunkan Jerman dalam penyerbuan ini: Pasukan Utara, Timur, Tengah, dan Selatan

Kekuatan Jerman saat itu terdiri atas Angkatan darat yang memiliki pasukan berjumlah sekitar 8-10 juta personil dan tergabung dalam 250 divisi, 30.000 tank, serta 16.000 pesawat terbang

Pasukan Utara yang dipimpin Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb menyerbu dari Prusia Timur dengan sasaran Leningrad (St. Petersburg)

Pasukan Tengah di bawah komando Generalfeldmarschall Fedor von Bock berangkat dari Polandia melalui hamparan rawa-rawa luas Pripyat menuju Smolensk untuk kemudian ke Moskow

Sementara pasukan Selatan yang dipimpin oleh Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt bergerak ke arah Kiev dengan tujuan menguasai wilayah gudang pangan (gandum) di Ukraina serta sumber minyak bumi di Kaukasus

Joseph Stalin, pemimpin Soviet kala itu, tidak mengira jika Hitler betul-betul akan mengkhianati perjanjian antara kedua negara

Ia sebetulnya sudah memiliki kesempatan untuk berjaga-jaga jika bersedia mendengarkan informasi dari mata-mata Soviet, Dr. Richard Sorge

Sekitar satu minggu sebelum Jerman menyerang, Sorge yang juga tercatat sebagai anggota partai Nazi itu mendapat informasi rahasia bahwa Operasi Barbarossa akan dimulai pada 22 Juni

Ia pun menyampaikan hal ini kepada Stalin lewat surat

Namun, Stalin yang kelewat yakin bahwa perang tak akan berlangsung setidaknya sampai setahun ke depan, memilih mengabaikan informasi berharga dari Sorge tersebut

Akibat sikap menyepelekan Stalin, alhasil Soviet dibuat babak belur pada fase awal invasi Jerman

Sekitar 3.000 pesawat Soviet luluh lantak dihancurkan oleh Luftwaffe, Angkatan Udara Jerman, hanya dalam tiga hari pertama serangan

Wilayah udara Soviet pun sudah praktis dipegang mereka

Pertempuran di darat pun memperlihatkan bagaimana Pasukan Merah Soviet yang memiliki keunggulan dalam jumlah tank dan perlengkapan lainnya, tetap tertatih-tatih menghadapi taktik blitzkrieg Jerman

Pada pekan pertama invasi berlangsung, pasukan Jerman berhasil menembus wilayah Soviet sejauh lebih dari 480 kilometer

Babak pertama Operasi Barbarossa yang berlangsung lancar menimbulkan optimisme di benak Hitler

Smolensk berhasil direbut Pasukan Selatan pada pertengahan Juli

Pasukan Tengah dan Utara terus bergerak ke arah Sungai Luga usai mencapai tujuan besar pertama mereka: menyeberang dan mempertahankan jembatan darat antara Dvina dan Dnieper

Jalur ke Moskow yang kini tinggal 400 km jauhnya telah terbuka lebar

Ketika para jenderal Nazi, seperti Halder, Guderian, dan von Kluge hendak bersiap menyerbu ke Moskow, Hitler memiliki rencana sendiri agar pasukan Utara dan Tengah pergi ke Ukraina untuk membantu pasukan Selatan yang terdesak

Selain itu, Hitler juga melihat kemungkinan jika Ukraina dapat menjadi sumber logistik pasukan Jerman, mengingat di sana merupakan wilayah penghasil gandum

Pandangan Hitler ini mendapat tentangan dari para jenderalnya

Mereka semua berpendapat, dengan melihat jarak Moskow yang kian dekat, kota tersebut semestinya menjadi prioritas utama

Perbedaan pandangan ini menimbulkan debat hingga berminggu-minggu padahal serangan dapat segera dilaksanakan ke arah Leningrad

Akhirnya, semua menuruti Hitler

Pada 25 Agustus 1941, Heinz Guderian, salah satu jenderal Nazi yang juga arsitek strategi Blitzkrieg Jerman, memberi perintah atas nama Hitler kepada seluruh pasukan untuk menyerang Kiev

Dengan jeda waktu yang cukup panjang usai jatuhnya Smolensk hingga kini menggelar serangan dengan target operasi berbeda membuat Operasi Barbarossa tidak dapat diselesaikan sebelum musim dingin

Setelah melewati medan Ukraina yang sulit dan dikenal dengan sebutan rasputitza–sebuah kondisi dengan jalanan berlumpur yang menyusahkan, Jerman akhirnya berhasil mengepung Kiev pada akhir September

Sekitar 665 ribu tentara Soviet terkepung dan tertawan di Kiev

Jerman pun kembali ke misi utama mereka untuk merebut Moskow, Untuk ini, digelarlah operasi yang dinamakan: Operation Typhoon

Operasi tersebut dimulai pada 2 Oktober, Jerman masih unggul dalam pertempuran melawan Soviet

Di Vyasma, di persimpangan jalan antara Smolensk dan Moskow, Jerman memenangkan pertempuran

Sebelas hari berselang, kurang lebih 650 ribu tentara Soviet berhasil ditawan berikut peralatan perang mereka seperti 5.000 meriam dan 1.200 tank

Hitler makin optimistis: namun ini sebelum musim dingin mulai mencapai puncaknya menjelang akhir tahun

Ketika musim dingin makin menyeruak, pasukan Jerman mulai kesulitan menembus medan pertempuran, artileri dan kendaraan berat tertahan, para serdadu banyak yang mati kedinginan karena memang tidak dipersiapkan untuk berperang di musim tersebut

Pada bulan November, seluruh petinggi Jerman menggelar rapat khusus untuk menentukan pilihan: tunda serangan sampai musim semi 1942 atau lanjutkan hingga musim dingin

Hitler bersikeras: lanjutkan

Perintah tersebut tetap dijalankan, kendati tetap menuai protes dari jenderal-jenderal lain

Menurut mereka, keputusan Hitler tak ubahnya seperti upaya bunuh diri pelan-pelan, inilah blunder Hitler yang kelak menyebabkan malapetaka bagi Jerman

Dengan kondisi suhu yang terus merosot hingga minus 30 derajat dan salju yang turun makin lebat, pasukan Soviet yang juga dibantu dengan kaum buruh, berhasil memukul mundur pasukan Jerman yang kelelahan

Sebanyak kurang lebih 4 juta pasukan Soviet dan 800.000 pasukan Jerman tewas selama perang berlangsung sejak 22 Juni hingga 5 Desember 1941 tersebut

Namun, Hitler yang masih keras kepala kembali memerintahkan Jerman untuk melakukan invasi ke Soviet

Dengan kondisi yang sebetulnya masih cukup babak belur, serangan tersebut kembali berhasil dipatahkan Soviet dalam Pertempuran Stalingrad: salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah
…..
Operasi Barbarossa masih merupakan operasi militer terbesar, dalam hal kekuatan pasukan dan korban, dalam sejarah manusia

Kegagalan tersebut merupakan titik balik dalam keberuntungan Reich Ketiga

Paling penting, Operasi Barbarossa membuka Blok Timur, di mana pasukan lebih berkomitmen daripada di medan pertempuran dalam sejarah dunia

Operasi Barbarossa dan daerah-daerah yang jatuh di bawahnya menjadi tempat beberapa pertempuran terbesar, mematikan, kekejaman, korban tertinggi, dan kondisi yang paling mengerikan bagi Soviet dan Jerman, yang semuanya memengaruhi Perang Dunia II dan sejarah abad ke-20

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts